Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

16.000 SM

Homo floresiensis 16.000 SM - 92.000 SM

Dengan ditemukannya Homo floresiensis di Pulau Flores tahun 2003 M, memberi petunjuk bagi kita semua,  bahwa daerah kepulauan di Nusantara yang trecakup dalam kepulauan di Asia Tenggara ini,  telah didiami manusia antara 18.000 tahun silam, hingga 94.000 tahun silam. Hal ini akan banyak membuktikan dan memperkuat bahwa asal usul manusia adalah dari Nusantara. Tentunya dengan mengambil benang merah dari perantauan dan pulang kampung, jika ditarik dari garis Hominid Sangiran.