Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

2.000 SM

2.000 Tahun SM dan Seterusnya

Usia "piramida" Giza di Mesir, 2.500 SM.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Piramida

Pada 2.000 tahun SM, terjadi perpindahan secara besar-besaran yang dilakukan oleh bangsa-bangsa Austronesia (Austro artinya Selatan, Nesos artinya Pulau), Birma, Muangthai dan Malaka ke Indonesia.
Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Abad_ke-20_SM

Jangan terkecoh oleh Peneliti Asing yang dengan sengaja mengaburkan Sejarah Indonesia. Untuk membandingkan data di atas, maka kiranya kita perlu menyimak Ratahan, Minahasa Tenggara - 2.500 SM, yang sudah ada sebelum adanya migrasi di atas.

Sementara Manusia pertama sudah ada di Indonesia sejak Hominin atau Manusia Pithecanthropus Erectus  sudah ada sejak - 1.998.100 Tahun SM

Nabi Ibrahim

Abraham (bahasa Ibrani: אַבְרָהָם, Standar Avraham Tiberias ʾAḇrāhām Ashkenazi Avrohom atau Avruhom; bahasa Arab: ابراهيم, Ibrāhīm ; Ge'ez: አብርሃም, ʾAbrəham) adalah tokoh penting dalam Alkitab dan Al-Quran. Agama Yahudi dan Kristen mengakuinya sebagai patriarkh, sementara dalam tradisi Islam ia dikenal sebagai Nabi Ibrahim. Dalam tradisi agama Abrahamik, Abraham adalah bapak rohani dari banyak orang.

Menurut Alkitab, Abraham dipanggil Allah dari Mesopotamia ke negeri Kanaan, sekitar tahun 2000 SM. Di sana ia mengadakan perjanjian: Abraham diminta mengakui bahwa Yahweh adalah Tuhan dan otoritas tertinggi satu-satunya dan universal, dan untuk itu Abraham akan diberkati dengan keturunan yang tak terhitung banyaknya. Kehidupannya yang dikisahkan dalam Kitab Kejadian (pasal 11–25) dapat mencerminkan berbagai tradisi.

Ratahan, Minahasa Tenggara - 2.500 SM

Pada waktu itu orang Minahasa yang berbudaya Malesung telah mengenal pemerintahan yang teratur dalam bentuk kelompok Taranak secabang keturunan misalnya turunan opok Soputan, Makaliwe, Mandei, Pinontoan dan Mamarimbing. Pemimpin tertinggi mereka adalah yang bergelar Muntu-Untu, yang memimpin musyarah di Watu Pinawetengan pada abad ke – 7.

Ratahan berada di Kabupaten Minahasa Tenggara. Merupakan ibukota Kabupaten. Memasuki Kota ini dari arah Utara melewati jalan gunung potong yang terjal bagaikan tembok pelindung bagi daerah ini, dihiasi pemandangan pegunungan hijau. Seluruh kecamatan ini sendiri berareal 160,60 km.