Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

48.000 SM

Sejarah Tato Kalimantan

Sebagai perbandingan, sejarah tato: Samoa 1722, Philippines 1691, Polynesia Ribuan Tahun, The Marquesas 100 SM, Tattooing in The Marshall Islands 1.000 s/d 500 SM, Arab Religious Tattoos 6.000 tahun yl,

Tato Borneo (Kalimantan) - Terjemahan bebas, sbb:

Kalimantan adalah salah satu dari sedikit tempat di dunia di mana tato tradisional masih dipraktekkan saat ini. Bukti arkeologi menunjukkan bahwa nenek moyang dari beberapa suku asli kontemporer telah tinggal di Kalimantan selama lebih dari 50.000 tahun. Istilah, "Dayak" diterapkan untuk berbagai suku pribumi termasuk Iban, Kayans dan Kenyahs.