Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

6.999 SM s/d 6.000 SM

6.000 SM

Bukit Kerang Passo - 6.000 Tahun SM

Bukit Kerang Passo … Situs Prasejarah Yang Terlupakan (Rendai Ruauw )

Desa Passo, yang terletak di tepi danau Tondano dan memiliki banyak sumber mata air panas, nampaknya bukan cuma menarik bagi kita saat ini, tetapi juga bagi manusia-manusia primitif di masa lampau. Sekitar 8000 tahun lalu, di situ pernah bermukim sekelompok manusia yang berprofesi sebagai pemburu pengumpul. Mereka belum mengenal cara bercocok tanam mau pun keramik, dan peralatan mereka juga umumnya masih terbuat dari batu atau tulang. Mereka membuang sampah dari sisa makanan mereka, dan di atas timbunan sampah itulah kini berdiri Gereja GMIM Imanuel Passo.