Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

Arab

Bahasa Arab - Tahun 571 M

Sejarah Bahasa Arab
Para ahli bahasa berpendapat, pada Abad kesatu Masehi, para ahli tersebut belum memperoleh gambaran apapun mengenai bahasa Arab, karena saat itu belum adanya prasasti atau peninggalan yang dapat diperoleh sebagai bukti munculnya bahasa Arab.

Aksara Arab - Abad 6

Dibandingkan dengan orang-orang Mesir, Babylonia, ataupun Cina, Orang Arab terlambat mengenal huruf. Singkatnya, bahwa mereka tidak berpengalaman dalam bahasa tulisan. Orang-orang Arab zaman dulu terbiasa berkomunikasi secara lisan saja, atau tanpa tulisan, bahkan puisi-puisinya dipelihara dengan bahasa lisan, secara turun termurun.