Perpustakaan Tanah Impian

 

Custom Search

Sejarah Bahasa & Aksara

Bahasa dan Aksara Nusantara

Aksara yang berkembang di nusantara telah berkembang selama ribuan tahun. Setiap jaman walau menggunakan bahasa Sangsekerta atau Nagari ternyata memiliki aksara yang berbeda-beda. Aksara-aksara inilah yang berhasil dipetakan oleh Tim Turangga Seta,  sehingga memudahkan mereka membaca ulang prasasti-prasasti dan lontar-lontar kuno.

Zaman Pra Sejarah - 1.998.100 Tahun SM

Fosil-fosil Homo erectus yang ditemukan di beberapa tapak di Jawa menunjukkan kemungkinan kontinuitas populasi mulai dari 1,7 juta tahun (Sangiran) hingga 50.000 tahun yang lalu (Ngandong). Rentang waktu yang panjang menunjukkan perubahan fitur yang berakibat pada dua subspesies berbeda (H. erectus paleojavanicus yang lebih tua daripada H. erectus soloensis). Swisher (1996) mengajukan tesis bahwa hingga 50.000 tahun yang lalu mereka telah hidup sezaman dengan manusia modern H. sapiens.

Austronesia - 2.500 SM

Kira-kira 2.500 tahun Sebelum Masehi, terjadi migrasi oleh Penutur Bahasa Austronesia dari Taiwan ke Filipina, kemudian ke selatan, dan Indonesia (Pulang Kampung), dan ke timur ke Pasifik. Mereka adalah nenek moyang suku-suku di wilayah Nusantara.

Sejarah Austronesia

Teori migrasi yang mengatakan bahwa manusia Sunda (Nusantara) berasal dari Yunan ditentang oleh dua teori, pertama Teori Harry Truman dan Ario Santos, teori ini menentang teori migrasi Austronesia dari Yunan dan India. Teori ini mengatakan bahwa nenek moyang bangsa Austronesia berasal dari dataran Sunda-Land yang tenggelam pada zaman es (Pleistosen).

Meninggalkan Masa Pra Aksara - Tahun 300 M

Prasasti Pinawetengan - Tahun 300 M
Tulisan kuno Minahasa disebut Aksara Malesung. Batu Pinawetengan terletak di Kecamatan Tompaso Barat. Merupakan batu alam yang diatasnya ditulis dengan Huruf Hieroglif (tulisan dan abjad Mesir Kuno). Tuturan Sastra Maeres ini berisi Musyawarah Pembagian Wilayah, Deklarasi untuk tetap menjaga kesatuan.
Sumber : Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Minahasa

Aksara Jawa

“HONOCOROKO”, memiliki makna yang bernilai tinggi, mengingatkan kita semua untuk selalu membangun dan memelihara komunikasi. Nama Honocoroko sendiri diambil dari baris pertama dalam deretan Aksara Jawa, yang lengkapnya adalah sebagai berikut :

HO NO CO RO KO
DO TO SO WO LO
PO DHO JO YO NYO
MO GO BO THO NGO

Daftar Bahasa di Indonesia

Daftar bahasa di Indonesia berdasarkan pulau utama. Menurut jumlah penuturnya, bahasa yang terbanyak digunakan di Indonesia adalah (berturut-turut): bahasa Jawa, Melayu-Indonesia, Sunda, Madura, Batak, Minangkabau, Bugis, Aceh, Bali, Banjar


Tertua di Nusantara

Game OL Sejarah Tanah Impian

Who's Online

We have 57 guests and no members online

Prosentase Asal Negara Pengunjung

Flag Counter

Terimakasih untuk dukungannya