Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

Sejarah Bahasa & Aksara

Bahasa dan Aksara Nusantara

Aksara yang berkembang di nusantara telah berkembang selama ribuan tahun. Setiap jaman walau menggunakan bahasa Sangsekerta atau Nagari ternyata memiliki aksara yang berbeda-beda. Aksara-aksara inilah yang berhasil dipetakan oleh Tim Turangga Seta,  sehingga memudahkan mereka membaca ulang prasasti-prasasti dan lontar-lontar kuno.

Zaman Pra Sejarah - 1.998.100 Tahun SM

Fosil-fosil Homo erectus yang ditemukan di beberapa tapak di Jawa menunjukkan kemungkinan kontinuitas populasi mulai dari 1,7 juta tahun (Sangiran) hingga 50.000 tahun yang lalu (Ngandong). Rentang waktu yang panjang menunjukkan perubahan fitur yang berakibat pada dua subspesies berbeda (H. erectus paleojavanicus yang lebih tua daripada H. erectus soloensis). Swisher (1996) mengajukan tesis bahwa hingga 50.000 tahun yang lalu mereka telah hidup sezaman dengan manusia modern H. sapiens.

Austronesia - 2.500 SM

Kira-kira 2.500 tahun Sebelum Masehi, terjadi migrasi oleh Penutur Bahasa Austronesia dari Taiwan ke Filipina, kemudian ke selatan, dan Indonesia (Pulang Kampung), dan ke timur ke Pasifik. Mereka adalah nenek moyang suku-suku di wilayah Nusantara.

Sejarah Austronesia

Teori migrasi yang mengatakan bahwa manusia Sunda (Nusantara) berasal dari Yunan ditentang oleh dua teori, pertama Teori Harry Truman dan Ario Santos, teori ini menentang teori migrasi Austronesia dari Yunan dan India. Teori ini mengatakan bahwa nenek moyang bangsa Austronesia berasal dari dataran Sunda-Land yang tenggelam pada zaman es (Pleistosen).

Meninggalkan Masa Pra Aksara - Tahun 300 M

Prasasti Pinawetengan - Tahun 300 M
Tulisan kuno Minahasa disebut Aksara Malesung. Batu Pinawetengan terletak di Kecamatan Tompaso Barat. Merupakan batu alam yang diatasnya ditulis dengan Huruf Hieroglif (tulisan dan abjad Mesir Kuno). Tuturan Sastra Maeres ini berisi Musyawarah Pembagian Wilayah, Deklarasi untuk tetap menjaga kesatuan.
Sumber : Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Minahasa