Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, lalu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

Budi Pekerti

Budi Pekerti

Dari Asal Usul Kata, "Budi Pekerti" terdiri dari dua unsur kata, yaitu Budi dan Pekerti. "Budi" berarti kesadaran dan kecerdasan, dalam bahasa sangsekerta. Sedangkan kata "Pekerti" berarti aktualisasi, penampilan, pelaksanaan atau perilaku. Dengan demikian budi pekerti berarti Kesadaran dan Kecerdasan yang diaktualisasikan oleh seseorang dalam penampilan dan prilakunya.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (1989), Budi Pekerti diartikan sebagai tingkah laku, perangai, akhlak dan watak, dalam kosa kata latin dikenal dengan istilah etika.

Balitbang Dikbud (1995) menjelaskan bahwa Budi Pekerti secara konsepsional adalah Budi yang Dipekertikan (dioperasionalkan, diaktualisasikan atau dilaksanakan) dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam kehidupan pribadi maupun bermasyarakat (Berbangsa dan Bernegara).