Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, lalu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

Garis Waktu Kerajaan Banten

Awal Abad 1 M Kerajaan Agrabinta, dengan pusa kerajaan di sekitar Mantiung - Banten

Tahun 130 M Berdiri Kerajaan Salakanagara (Negeri Perak) dengan Ibukota Rajatapura yang terletak di pesisir barat Pandeglang.
Raja pertama Dewawarman I (130 – 168 M) dengan gelar Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan)
Daerah kekuasaannya meliputi :
• Kerajaan Agrabinta di Pulau Panaitan
• Kerajaan Agnynusa di Pulau Krakatau
• Dan daerah ujung selatan Sumatera

Abad 5 M Prasasti Munjul, terdapat di di Sungai Cidangiang, Lebak Munjul – Pandeglang.
Prasasti menggunakan huruf Palawa, dengan bahasa Sanksekerta menjelaskan bahwa Raja yang berkuasa di wilayah tersebut adalah Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanegara. Dalam Batu Tulis tersebut tertulis bahwa negara pada saat itu berada dalam Kemakmuran dan Kejayaan.