Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

Penemu Teknologi Fondasi Cakar Ayam

Penemu Teknologi Fondasi Cakar Ayam ini adalah Prof. Dr. Ir. Sedijatmo, hal itu terjadi pada saat dirinya menjadi  seorang pejabat PLN, yang diminta untuk membangun 7 Menara Listrik Tegangan Tinggi di daerah rawa-rawa Ancol, Jakarta.

Dengan Teknologi Fondasi Cakar Ayam, ternyata mampu mengurangi hingga 75% tekanan pada permukaan tanah rawa di bawahnya, dibandingkan jika dengan menggunakan fondasi biasa. Fondasi Cakar Ayam ini, kemudian digunakan lagi di Bandara Juanda, Surabaya yang mampu menahan beban hingga 2.000 ton, atau setara dengan berat pesawat super jumbo jet.

Selain di Indonesia, teknologi ini juga digunakan di 9 negara lain, seperti; Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Belgia, Kanada, AS, Belanda.