Perpustakaan Tanah Impian

 

Custom Search

Sejarah Manusia

Pithecanthropus Erectus - 1.998.100 Tahun SM

Di area situs Sangiran ini pula jejak tinggalan berumur 2 juta tahun hingga 200.000 tahun lalu (1.998.100 SM - 198.100 - asumsinya pada saat di hitung penelitian Dubois pada tahun 1.891 M - mendekati 1.900  M) masih dapat ditemukan hingga kini. Relatif utuh pula. Sehingga para ahli dapat merangkai sebuah benang merah sebuah sejarah yang pernah terjadi di Sangiran secara berurutan.

Manusia Peking - 778.000 Tahun SM

Manusia Peking (bahasa Tionghoa: Hanzi tradisional: bahasa Tionghoa: Běijīng Yuánrén), disebut juga Sinanthropus pekinensis (kini Homo erectus pekinensis), adalah suatu contoh dari Homo erectus. Suatu kelompok spesimen fosilnya ditemukan pada tahun 1923-1927 sewaktu ekskavasi di Zhoukoudian (Chou K'ou-tien) di dekat Beijing (saat itu disebut Peking), Cina. Temuan tersebut telah ditanggali berasal dari sekitar 500 ribu tahun yang lalu , walaupun kajian lanjutan mengajukan umur 600 sampai 780 ribu tahun yang lalu.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Manusia_Peking

Hobbit 92.000 s 11.000 Tahun SM

Homo Floresiensis
Homo floresiensis ("Manusia Flores", dijuluki Hobbit) adalah nama yang diberikan oleh kelompok peneliti untuk spesies dari genus Homo, yang memiliki tubuh dan volume otak kecil, berdasarkan serial subfosil (sisa-sisa tubuh yang belum sepenuhnya membatu) dari sembilan individu yang ditemukan di Liang Bua, Pulau Flores, pada tahun 2001.Kesembilan sisa-sisa tulang itu (diberi kode LB1 sampai LB9) menunjukkan postur paling tinggi sepinggang manusia moderen (sekitar 100 cm).

Naskah Wangsakerta - Tahun 1.677 M

Migrasi Deutero Melayu
Selama ribuan tahun, Bangsa Proto Melayu mendiami Nusantara. Baru sekitar 300 Tahun SM, datang bangsa pendatang, yang kemudian dikenal sebagai Bangsa Deutero Melayu. Bangsa Nusantara sudah bermukim di Bumi Nusatara minimal sejak 1.998.100 Tahun SM, Referensi : http://perpustakaan.tanahimpian.web.id/index.php/manusia/5-pithecanthropus-erectus-1998100-tahun-sm

Suku bangsa di Indonesia

Terdapat lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa di Indonesia. atau tepatnya 1.340 suku bangsa menurut sensus BPS tahun 2010.

Suku Jawa adalah kelompok suku terbesar di Indonesia dengan jumlah mencapai 41% dari total populasi. Orang Jawa kebanyakan berkumpul di Pulau Jawa, akan tetapi jutaan jiwa telah bertransmigrasi dan tersebar ke berbagai pulau di Nusantara [3] bahkan bermigrasi ke luar negeri seperti ke Malaysia dan Suriname. Suku Sunda, Suku Melayu, dan Suku Madura adalah kelompok terbesar berikutnya di negara ini.[3] Banyak suku-suku terpencil, terutama di Kalimantan dan Papua, memiliki populasi kecil yang hanya beranggotakan ratusan orang. Sebagian besar bahasa daerah masuk dalam golongan rumpun Bahasa Austronesia, meskipun demikian sejumlah besar suku di Papua tergolong dalam rumpun bahasa Papua atau Melanesia. Berdasarkan data Sensus 2000, suku Tionghoa Indonesia berjumlah sekitar 1% dari total populasi.[3] Warga keturunan Tionghoa Indonesia ini berbicara dalam berbagai dialek bahasa Tionghoa, kebanyakan bahasa Hokkien dan Hakka.