Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

Ke Belanda

Migrasi Suku Maluku ke Belanda

Judul Asli : Museum Maluku Ditutup Hari Ini (1 Oktober 2012)

Museum Maluku (MuMa) di Utrecht, yang dalam bahasa Belanda, Moluks Historij Museum (Museum Sejarah Maluku), merupakan pusat sejarah dan kebudayaan Maluku, dengan isi koleksi sebagian besar memuat tentang masyarakat Maluku di Belanda (khususnya orang-orang Maluku yang migrasi ke Belanda). Sebelum bercerita tentang MuMa, baiknya saya cerita tentang Sejarah  Orang Maluku di Belanda yang disadur  kembali dari brosur yang berasal dari MuMa.

Sejarah orang Maluku di Belanda (sumber: MuMa)