Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, lalu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

Ke Suriname

Migrasi Suku Jawa Ke Suriname

MIGRASI suku bangsa Jawa ke mancanegara umumnya hanya diketahui berlangsung ke Suriname di Amerika Selatan. Masyarakat Jawa Suriname yang mulai didatangkan sebagai kuli kontrak tahun 1890 sudah mengorganisasi diri pada tahun 1918 dalam perkumpulan bernama Tjintoko Moeljo.

Kejawen di Suriname

Masyarakat Jawa di Suriname, ternyata adalah masyarakat yang Berbudi Luhur, dimana mereka tidak melupakan asal-usulnya. Yakni, Kacang Yang Tidak Lupa Akan Kulitnya

Kerukunan dan rasa persaudaraan orang Jawa di Suriname ini, dilaksakan dengan masih melaksanakannya acara-acara Selamatan dan Tradisi Jawa, seperti misalnya; Mitoni (Hamil Tujuh Bulan), Upacara Perkawinan Jawa, Peringatan hari ke 3, ke 7, dst setelah meninggalnya seseorang.