Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

Media Komunikasi

Media Komunikasi Zaman Kuno

Alat Komunikasi zaman kuno (masa lalu) masih sangat sederhana apabila dibandingkan dengan alat komunikasi yang ada saat ini. Alat komunikasi tersebut terbuat dari bahan-bahan yang ada di alam.

1. Kentongan
Kentongan merupakan media komunikasi paling kuno di Indonesia, terkenal sejak zaman kerajaan Demak, Mataram, Surakarta. Kegunaan kentongan adalah untuk memberitahukan warga atau masyarakat bahwa telah atau akan terjadi sesuatu.

Tanda atau kode yang digunakan berbedabeda, antara satu peristiwa dengan peristiwa lainnya. Kegunaan kentongan pada masa kerajaan, digunakan untuk menyampaikan perintah raja kepada rakyatnya. Para pamong memukul kentongan, maka rakyat berkumpul pada suatu tempat untuk mendengarkan perintah raja.