Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, lalu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

Benua Lemuria/MU - 75.000 Tahun SM s/d 11.000 Tahun SM

Lemuria/Mu adalah Peradaban Modern yang muncul terlebih dahulu, sebelum Peradaban Modern Atlantis. Para Peneliti menempatkan Era Peradaban Lemuria pada periode 75.000 SM s/d 11.000 SM. Jika kita lihat dari periode ini maka Bangsa Lumeria berakhir pada 11.000 Tahun SM, sementara Bangsa Atlantis berawal pada 9.500 Tahun SM. jadi terpaut sekitar 2.500 Tahun.

Tanah Mu (“The Land of Mu”), untuk pertamakalinya diungkapkan oleh  Augustus Le Plongeon pada Tahun 1.825 M - 1.907 M (Seorang Penilti dan Penulis), setelah dia kembali dari perjalanannya meneliti sisa-sisa reruntuhan peradaban Maya di Yucatan, Mexico. 

Informasi tsb diperolehnya, setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya.

Dari hasil terjemahan, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil, bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis).

Dari berbagai Relief Bangunan, ArtefakSimbol-simbol, serta Tulisan Hieroglpyhs yang ditemukan di sana, Le Ploengon menyimpulkan, bahwa Peradaban (Leluhur) Bangsa Maya lebih tua dari peradaban Mesir dan Yunani, bahkan lebih jauh lagi, yakni menginduk pada Peradaban Yang Sangat Kuno, yakni dari Satu Daratan Yang Tenggelam Karena Bencana

Salah satu Leluhur dari daratan tenggelam tersebut, adalah ‘Ratu Moo’ yang membangun peradaban di Mesir dan Yunani. 

Le Ploengon kemudian meyimpulkan, bahwa daratan yang dimaksud oleh bangsa Maya tersebut, adalah Tanah Atlantis yang ada dalam Timaeus dan Critias.

Sumber : dari berbagai sumber.