Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

Sultan Brunei Pertama Muhammad Shah - 1.371 M

Sultan Islam Brunei yang pertama setelah menikah dengan Puteri Johor. Sebelumnya terkenal dengan nama Awang Alak Betatar. Gelar baginda bernama Sang Aji. Mewarisi Naubat, Nakara, Ganta dan Alamat dari Minangkabau, Negeri Andalas. Pada tahun memerintah 1371, menghantar utusan ke Tiongkok, orang Tionghoa menyebut baginda Ma-ha-mo-sha. Puteri baginda, Puteri Ratna Dewi menikah dengan Ong Sum Ping. Wafat pada tahun 1402.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Awang_Alak_Betatar