Perpustakaan Tanah Impian

 

Custom Search

1.800 M

Tahun 1.800 M dan Seterusnya

Tahun 1.800 M - 1942 M
Penjajahan Yang Dilakukan Belanda terhadap Bangsa kita

Tahun 1.800 M
! Januari VOC resmi dibubarkan; hak VOC dialihkan kepada pemerintah Belanda.
Belanda kalah perang dari Perancis. Wilayah-wilayah milik Belanda menjadi milik Perancis.
Sultan Kanoman dari Kraton Cirebon dibuang ke Ambon oleh pemerintah Belanda.
Sebuah pemberontakan trejadi di bawah pimpinan Bagus Rangin.

Tahun 1.801 M
Inggris menguasai wilayah Minahasa, hingga tahun 1.889

Tahun 1.802 M
Malaka dan Maluku dikembalikan dari Inggris ke Belanda melalui Perjanjian Amiens.

Tahun 1.803 M
Pemerintah Belanda (Republik Batavia) mengeluarkan keputusan kolonial, menjadikan pemerintah Hindia Belanda bertanggung jawab kepada pemerintah Belanda (berbeda dengan VOC).
Mahmud Badaruddin II menjadi Sultan Palembang-Darussalam menggantikan ayahnya Sultan Muhamad Bahauddin.

Tahun 1.805 M
Pangeran Diponegoro

Tahun 1.806 M
Angkatan Laut Inggris bertempur dengan tentara-tentara Prancis dan Belanda di lepas pantai Jawa.
Inggris merebut Bangka.
Departemen Urusan Koloni didirikan di Belanda.

Tahun 1.807
M
Tondano memimpin pemberontakan melawan Inggris di Minahasa.
Inggris kembali menguasai Malaka.
Pemerintahan Belanda yang dikuasai Perancis menunjuk Daendels sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda.

Tahun 1.808 M

Pada 1 Januari Daendels tiba, dan ia memindahkan tempat kediaman resminya ke Buitenzorg (kini dinamai Bogor).
Daendels memerintah dengan menjalankan prinsip-prinsip pembaharuan dengan metode-metode kediktatoran ke Jawa. Daendels berusaha memberantas ketidakefisienan, korupsi (korupsi yang pada mulanya diajarkan oleh Belanda kepada orang-orang Indonesia, ternyata turut melanda para administrator di lingkungan pemerintahaan Belanda), penyelewengan-penyelewengan dalam administrasi Eropa. Akibat rasa tidak suka dari naluri-naluri anti feodal, Daendels menganggap penguasa Jawa sebagai pegawai administrasi Eropa. Sehingga dimulailah suatu masa konflik yang sangat panjang.
Daendels secara resmi menguasai Lampung untuk Belanda.
Pakubuwono IV mengadakan hubungan damai dengan Daendels; Hamengkubuwono II menentangnya.
Mangkunegara II membentuk "Legiun Mangkunegaran" dengan pendanaan Belanda.
Daendels membebaskan Sultan Cirebon yang dibuang sebelumnya, namun pemberontakan di daerah pedesaan sekitar Cirebon berlanjut.
18 Agustus Daendels menata kembali wilayah-wilayah di bawah kekuasaan Belanda di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Para bupati dan penguasa setempat dijadikan pegawai pemerintah Belanda.
Daendels memerintahkan serangkaian pekerjaan umum di sekitar Banten, termasuk pembangunan jalan-jalan raya dan sebuah pelabuhan baru, yang dilaksanakan oleh pekerja-pekerja setempat.
Para pekerja tersebut memberontak karena beban pekerjaannya; Residen Belanda di Banten dibunuh. Daendels mengirimkan suatu pasukan militer untuk memadamkan pemberontakan dan menggantikan Sultan, yang dibuang ke Ambon.
Inggris memutuskan untuk melepaskan Malaka; Stamford Raffles, yang saat itu seorang pegawai kecil, menulis surat yang penting kepada India yang isinya mendesak agar keputusan itu diubah. Keputusan diubah, dan Inggris tetap di Malaka.

Tahun 1.809 M
Daendels membangun jalan pegunungan dari Batavia ke Cirebon (Jalan Raya Pos/Groote Postweg), memerintahkan pemindahkan kota Bandung ke jalan tersebut (tempatnya sekarang). Pangeran Kornel, pemerintah setempat di Sumedang, menolak bekerja sama karena perlakuan yang buruk terhadap rakyat setempat.

Tahun 1.810 M
Berdirinya Kesultanan Sambaliung    Gunung Tabur
Daendels melepaskan kekuasaan Belanda di Banjarmasin demi mengonsolidasikan kekuasaannya di Jawa.
Bulan Mei, Inggris menyerang dan merebut kembali Ambon, Ternate and Tidore.
Raden Rangga, ipar Sultan, memulai pemberontakan yang gagal melawan Belanda di Yogyakarta; Daendels bersama ribuan tentara berangkat ke Yogyakarta, memaksa Hamengkubuwono II mengundurkan diri dan menyerahkan kekuasaannya kepada Hamengkubuwono III.
Napoleon menganeksasi Belanda untuk Perancis. Daendels mengibarkan bendera Perancis di Batavia.
Raffles mengunjungi Lord Minto, Gubernur Jenderal Inggris di India, di Kolkata (Kalkuta), mendesaknya agar mengusir Perancis dan Belanda dari Jawa. Minto setuju.

Tahun 1.811 M
Berdirinya Kesultanan Pelalawan    Pelalawan, Riau
Januari, Daendels memaksakan perjanjian-perjanjian baru terhadap Yogyakarta dan Surakarta, isinya mencakup penghentian pembayaran uang sewa Belanda kepada kedua Sultan untuk wilayah-wilayah pantai utara.
Hamengkubuwono III menyerahkan Pangeran Natakusuma kepada Belanda, karena dicurigai terlibat dalam pemberontakan 1810.
Mei, Daendels digantikan oleh Jan Willem Janssens. (Tak lama kemudian Daendels bekerja di bawah Napoleon dalam peperangannya yang gagal di Moskwa.)
3 Agustus pasukan-pasukan Inggris dengan puluhan kapal berlabuh di Jawa.
Para pangeran setempat di Banten, yang masih dilanda pemberontakan karena beban pekerjaan-pekerjaan umum yang diperintahkan Daendels, menangkap dan memenjarakan Sultan Banten dan bekerja sama dengan Inggris.
26 Agustus Perang Jawa Inggris-Belanda dimulai. Inggris di bawah Lord Minto merebut Batavia. Belanda, yang menderita kekalahan, mengundurkan diri ke Semarang. Jansen mundur ke daerah Semarang.
18 September Pemerintahan Belanda dibawah Jansen menyerah kepada Inggris di Salatiga.
Thomas Stamford Raffles sebagai wakil kerajaan Inggris, diangkat sebagai Letnan Gubernur Jenderal Jawa. Dia berusaha menunjukkan perhatiannya terhadap kesejahteraan penduduk asli sebagai tanggung jawab pemerintah. Selain itu tindakan kebijaksanaan Raffles yang terkenal di Indonesia adalah memasukkan sistem landrente (pajak tanah) yang selanjutnya meletakkan dasar bagi perkembangan perekonomian, Raffles juga mengenalkan sistem uang dan penekanan desa sebagai pusat administrasi.
Bagus Rangin ditangkap oleh Britania; pemberontakan di sekitar Cirebon mereda.
Penduduk Belanda di Palembang dan sekitarnya dibunuh, diduga karena perintah Sultan Mahmud Badaruddin II; Inggris memerintahkan Badruddin digulingkan dan digantikan oleh saudara lelakinya, Husin Diauddin.
Hamengkubuwono II merebut kembali gelarnya di Yogyakarta.
Desember Raffles mengunjungi Kraton Yogyakarta, pada akhirnya membangkitkan sikap bermusuhan.
Pakubuwono IV mengirimkan surat-surat rahasia ke Yogyakarta yang menawarkan bantuan kepada Inggris, namun juga mengharapkan Yogyakarta akan dapat memperluas daerahnya; Inggris mulai melakukan perundingan rahasia dengan Hamengkubuwono III; Natakusuma menawarkan bantuan kepada Inggris.

Tahun 1.812 M
12 Januari Raffles mengeluarkan pengumuman untuk menata ulang dan memodernisasikan sistem pengadilan.
Juni, Inggris dibantu prajurit Legiun Mangkunegara menembaki Yogyakarta dengan meriam, merebut, dan merampok kota tersebut. Pakubuwono IV dari Surakarta tidak banyak membantu. Hamengkubuwono II disingkirkan oleh Inggris, dibuang ke Padang, dan digantikan kembali oleh Hamengkubuwono III.
Natakusuma menjadi Pangeran Pakualam I, mendirikan Dinasti Pakualam.
Oktober Inggris menandatangani perjanjian dengan Sultan Banjar.
Inggris merebut Timor.
Inggris menguasai Palembang, dan mengangkat pangeran Adipati menjadi sultan dengan gelar Ahmad Najamuddin II atau Husin Diauddin
Inggris menguasai Belitung sebagai ganti rugi untuk "pembantaian" di Palembang pada tahun sebelumnya.

Tahun 1.813 M
Berdirinya Kadipaten Pakualaman    Yogyakarta
Inggris berdamai dengan Palembang, Mahmud Badaruddin II naik tahta kembali menjadi Sultan Palembang
Raffles menghapuskan Kesultanan Banten; Sultan akan diberikan uang pensiun oleh pemerintah Inggris.

Tahun 1.814 M
Pada bulan Juni, Lord Minto, Gubernur Inggris di India dan pelindung serta promotor Raffles meninggal dunia. Raffles dituduh korupsi, namun kemudian terbukti tidak bersalah.
Pada  21 Juni, Perjanjian antara bangsa-bangsa yang berperang melawan Napoleon untuk mendirikan sebuah "Kerajaan Belanda" yang baru.
Pada 13 Agustus, Inggris setuju bahwa, semua harta dan kekuasaannya di Hindia Belanda dikembalikan kepada Belanda.
Perang Inggris dengan orang-orang Bali di Buleleng, dan Karangasem karena perdagangan budak.
Bone menyerang kekuasaan Inggris.
Orang-orang Inggris ditempatkan di Banjarmasin dan Pontianak.
Hamengkubuwono IV berkuasa di Yogyakarta.
Ekspedisi Inggris mengumumkan penemuan Borobudur dan Prambanan untuk pertama kalinya.

Tahun 1.815 M
Pada bulan Mei, Raffles mengunjungi Borobudur.
Raffles memerintah langsung atas Cirebon, menyingkirkan kekuasaan dari para Sultannya.
Pemerintah Belanda membentuk aturan-aturan tentang pemerintahan Hindia Belanda. (Aturan-aturan ini kelak menjadi semacam konstitusi untuk Hindia Belanda, dalam suatu bentuknya atau yang lainnya, hingga 1942.)
Kongres Wina memutuskan bahwa Inggris harus mengembalikan Jawa dan kekuasaan Hindia-Belanda lainnya kepada Belanda sebagai bagian dari persetujuan yang mengakhiri Perang Napoleon.

Tahun 1.816 M

Bone kembali menyerang Inggris.
Pada 19 Agustus, Belanda kembali berkuasa di Batavia. Cornelis Elout melanjutkan kebijakan-kebijakan pembaruan Raffles. Penyerahan kekuasan dari Inggris (letnan Gubernur John Fendall) kepada Belanda (Komisaris Jenderal yang terdiri dari Tiga orang, yakni Elout, Buijskes, Van der Capellen). Jawa dan pos-pos lainnya di Indonesia dikembalikan kepada pihak Belanda sebagai bagian dari penyusunan kembali secara menyeluruh urusan-urusan Eropa setelah perang-perang Napoleon. Thomas Stamford Raffles meninggalkan Jawa kembali ke Inggris.
Belanda gagal dalam usahanya membujuk raja-raja Bali menerima kekuasaan Belanda.

Tahun 1.817 M

Wilayah Madura disatukan menjadi satu kabupaten/keresidenan.
Pattimura memimpin pemberontakan melawan Belanda yang kini kembali di Ambon; digantung pada Desember.
Pada tanggal 8 Mei, Kebon Raya didirikan di Bogor.
Gunung Ijen meletus di Jawa Timur.

Tahun 1.818 M
Pada bulan Maret, Sir Thomas Stanford Raffles dikirim untuk memimpin benteng Inggris di Bengkulu. Dari sana ia berusaha mendirikan kekuasaan Inggris di Hindia.
Raffles mengirim sebuah pasukan kecil ke Lampung untuk membangun kekuasaan Inggris di sana; para pegawai Perusahaan Hindia Timur Inggris di Kolkata memanggilnya kembali.
Raffles mengirim pasukan-pasukan ke Palembang untuk mencampuri perundingan-perundingan antara Sultan dan Belanda. Mereka ditangkap dan dikirim ke Inggris. Para pejabat Inggris sekali lagi memerintahkan Raffles untuk mengundurkan diri.
Di bawah Cornelis Elout, Belanda mengakhiri perdagangan budak di Jawa.
Belanda kembali ke Melaka.
Belanda kembali ke Pontianak.

Tahun 1.819 M
Pada tanggal 19 Januari, Raffles mendirikan Singapura, setelah membeli pulau itu dari Sultan Johore.
Belanda kembali ke Padang. Raffles berusaha membangkitkan aksi-aksi anti-Belanda di pedesaan Minangkabau.
Perang Menteng meletus di Palembang.
Pangeran Ratu menjadi Sultan Palembang dengan gelar Ahmad Najamuddin III menggantikan ayahnya Sultan Mahmud Badaruddin II.

Tahun 1.820 M
Pakubuwono V menjadi Susuhunan Solo.
Berdirinya Kesultanan Gunung Tabur    Gunung Tabur
Pada tanggal 27 Mei ISDV mengganti namanya menjadi Perserikatan Komunis di Hindia (belakangan PKI).
PKH menerbitkan tulisan-tulisan Lenin.
Technische Hoogeschool didirikan di Bandung (sekarang ITB: Institut Teknologi Bandung).
Sarekat Ambon didirikan.
Konflik antara kaum Komunis dan Sarekat Islam berkembang.
25 Desember PKH bergabung dengan Komunis Internasional.
Belanda mengirim ekspedisi ke Kepulauan Aru.
Komisi payung dibentuk untuk mengawasi gereja-gereja Protestan di Hindia Belanda.

Tahun 1.821 M
Para bangsawan Minangkabau yang tersisa menandatangani perjanjian yang menyerahkan Minangkabau kepada Belanda sebagai pembayaran untuk perlindungan terhadap kaum Paderi.
"Perang Padri" meletus, hingga 1837.
Kolera muncul pertama kali di Jawa; panen padi gagal.
Inggris menguasai Palembang. Sultan Mahmud Badaruddin II dan keluarganya ditangkap dan diasingkan ke Ternate.
Prabu Anom menjadi Sultan Palembang dengan gelar Ahmad Najamuddin IV.

Tahun 1.822 M
Hamengkubuwono IV meninggal, sementara menyebar desas-desus bahwa ia telah diracuni. Hamengkubuwono V adalah Sultan yang baru. Diponegoro kecewa karena penanganan situasinya oleh para pejabat Belanda.
Gunung Merapi meletus dekat Yogyakarta.

Tahun 1.823 M
Pasukan-pasukan Belanda dikalahkan oleh kaum Padri di Lintau.
Gubernur Jenderal van der Capellen menghapuskan penyewaan tanah di Jawa Tengah. Dia memerintahkan sewa-menyewa tanah dihapuskan dan mengembalikan uang muka yang telah dibayarkan penyewa Tionghoa dan Eropa kepada pemilik tanah untuk dikembalikan. Hal ini menjadikan bengsawan kehilangan sumber pendapatannya sementara uang muka yang telah diterima sudah habis digunakan.
Pakubuwono VI naik takhta di Solo.
Kramo Jayo menjadi Sultan Palembang.
Raffles, dalam kondisi kesehatan yang buruk, kembali ke Inggris.

Tahun 1.824 M
Berdirinya Kesultanan Riau Lingga    Lingga, Riau
Paa tanggal 17 Maret, Inggris dan Belanda menandatangani Perjanjian London dan membagi Hindia Belanda di antara mereka sendiri. Belanda mengklaim Sumatra, Jawa, Maluku, Irian Jaya, dan lain-lain. Inggris mengklaim Malaya dan Singapura, dan mempertahankan kepentingannya di Borneo Utara. Aceh diharapkan akan tetap independen.
Bone merebut wilayah-wilayah Belanda di Sulawesi selatan.
Hindia Belanda menghadapi krisis keuangan - Gubernur Jenderal van der Capellen menawarkan koloni ini kepada sebuah perusahaan swasta Inggris, Palmer and Co., sebagai ganti pinjaman untuk menebus pemerintahan kolonial. (Pemerintah Belanda yang merasa dipermalukan oleh kejadian-kejadian ini, memberikan pinjaman besar kepada Hindia Belanda pada 1826 dan 1828.)
Belanda membentuk pemerintahan langsung di Riau.

Tahun 1.825 M
Pada tanggal 29 Maret, Nederlandsche Handel Maatschappij (Perusahaan Dagang Belanda) dibentuk. Komoditi-komoditi ekspor seperti kopi, gula, nila yang dihasilkan masyarakat dikapalkan ke Eropa oleh perusahaan ini.
Belanda mengalahkan Bone sebelum Perang Diponegoro; pertempuran sporadik berlanjut selama bertahun-tahun.
Para pejuang Padri merebut daerah Tapanuli selatan. Raja Sisingamangaraja X dari Batak terbunuh dalam peperangan melawan kaum Padri.
Belanda menuntut para calon haji yang ingin naik haji untuk memperoleh paspor dan membajar pajak seharga 110 gulden.
Pada bulan Mei, Diponegoro dan para penguasa istana bentrok karena pertikaian menyangkut jalan yang baru yang akan dibangun di dekat Tegalreja yang melewati makam dan tanah leluhur.
Pada bulan Juli, Belanda mengirim pasukan-pasukannya untuk menangkap Diponegoro, yang mengumumkan pemberontakan. Tegalreja direbut dan dibakar, Diponegoro berhasil melarikan diri. Inilah awal dari "Perang Diponegoro", yang berlangsung hingga 1830. Perjuangan Diponegoro dibantu Kyai Maja yang juga menjadi pemimpin spiritual pemberontakan.
Adam al-Wasi' Billah menjadi Sultan Banjar.
Garis suksesi di Palembang berakhir. Belanda membentuk pemerintahan langsung.
Belanda mengeluarkan perintah untuk menangkap Raden Intan di Lampung. Raden Intan meninggal dan digantikan oleh Raden Imba Kusuma.

Tahun 1.826 M
Perang gerilya merebak di seluruh Jawa Tengah dan Timur.
Belanda mulai mengorganisasi pasukan-pasukan khusus untuk berperang di Hindia Belanda.
Van der Capellen digantikan oleh Du Bus sebagai Gubernur Jenderal.
Agustus Belanda membebaskan Hamengkubuwono II dari pembuangan di Ambon, dan mengangkatnya kembali sebagai Sultan Yogyakarta.
Pada bulan  Oktober, Diponegoro dikalahkan di Gowok, dekat Surakarta. Pasukan-pasukannya dipukul balik.

Tahun 1.827 M
Belanda menata ulang pasukan-pasukannya dalam Perang Diponegoro, mengganti dengan taktik-taktik yang lebih fleksibel, mengadakan serangan-serangan terhadap para pasukan gerilya.

Tahun 1.828 M
Pada bulan April, orang-orang Jawa berhasil menghadapi Belanda.
Madura menjadi satu keresidenan dengan Surabaya.
Wabah cacar di Bali.
Fort Du Bus didirikan Belanda di Papua.

Tahun 1.829 M
Pada bulan September, Pangeran Mangkubumi (paman dari Diponegoro) menyerah. Ia diizinkan kembali ke istananya.
Pada bulan Oktober, Panglima Sentot Alibasyah menyerah. Belanda mengangkatnya menjadi Letnan kolonel.

Tahun 1.830 M
Mataram setelah Perang Diponegoro pada tahun 1830.
Pada bulan Maret, Diponegoro setuju mengadakan perundingan Magelang, ditangkap dan dibuang ke Manado, lalu ke Makassar (hingga meninggal tahun 1855).
Pakubuwono VI, dicurigai oleh Belanda, dibuang ke Ambon (hingga 1849). Pakubuwono VII menjadi Susuhunan Solo.
Johannes van den Bosch tiba sebagai Gubernur Jenderal yang baru, mulai menerapkan cultuur stelsel atau "tanam paksa". Setiap desa harus menyisihkan sebagian tanahnya untuk ditanami komoditi ekspor khususnya kopi, tebu, nila. Hasil tanaman ini akan dijual kepada pemerintah kolonial dengan harga yang sudah dipastikan (20%) dan hasil panen diserahkan kepada pemerintah kolonial.
Tanam paksa tumbuhan indigo (nila) diperkenalkan di Priangan.
Kapal uap pertama tiba di Hindia Belanda.
Nederlands Zendelinggenootschap (NZG - Perhimpunan Zending Belanda) mulai menawarkan pendidikan kepada anak-anak pribumi.
Pada tanggal 4 Desember Van den Bosch secara resmi mengorganisasi pasukan Belanda dari Perang Jawa menjadi Oost-Indische Leger, atau "Tentara Hindia Timur" (belakangan dikenal sebagai KNIL).

Tahun 1.831 M
Berdirinya Kesultanan Trumon    Sumatra Utara
Pemerintah Hindia Belanda berhasil membuat anggaran berimbang.
Pasukan-pasukan Belanda memerangi kaum Padri di Sumatra dan mencapai wilayah Bonjol.

Tahun 1.832 M
Berdirinya Kerajaan Amanatum    NTT
Belanda menggulingkan Sultan Jailolo dan menguasai Halmahera.
Kapal-kapal AS menembaki desa-desa pantai di Aceh dalam upaya mengatasi perompakan.

Tahun 1.833 M
Pada bulan Januari, desa-desa Minangkabau di sekitar Bonjol bangkit dalam pemberontakan rakyat; pasukan-pasukan Belanda di daerah itu dibantai. Perang Padri memanas; Belanda menyegel daerah pantai. Sentot berperang di pihak Belanda, namun kemungkinan di dalam hatinya ia tidak memihak Belanda. Belanda menempatkan Sentot di bawah pengawasan di Bengkulu (hingga 1855).
Sultan Jambi meminta bantuan Belanda untuk melawan Palembang.

Tahun 1.834 M
Belanda memaksa Sultan Muhammad Fahruddin dari Jambi mengakui kekuasaan Belanda.
Pemerintah Portugis mengusir para pastor Dominikan dari Timor Timur.

Tahun 1.836 M
Belanda mengabaikan Fort Du Bus di Papua.

Tahun 1.837 M
Bonjol di Minangkabau akhirnya jatuh ke tangan Belanda dalam Perang Padri. Tuanku Imam Bonjol menyerah dan dikirim ke pembuangan.

Tahun 1.838 M

Kemenangan Belanda di Daludalu mengakhiri Perang Padri di Minangkabau. Pemerintahan langsung Belanda atas Minangkabau diterapkan (hukum adat dan para bangsawan tampaknya pro-Belanda).
Ekspedisi Belanda melawan Flores.
Bone memperbarui Perjanjian Bungaya; peperangan melawan Belanda mereda.
Belanda meresmikan kehadirannya di Nias.
Sulaiman mewarisi takhta Aceh, tetapi Tuanku Ibrahim memerintah sebagai wali, dan berkuasa di Aceh hingga 1870.
Kerajaan Mataram di Lombok menguasai seluruh pulau, ditambah Karangasem di Bali.

Tahun 1.839 M
Pedagang Denmark, Mads Lange, membuka sebuah pos perdagangan di Kuta, Bali.

Tahun 1.840 M
Cultuur Stelsel sudah menghadapi berbagai masalah. Tanda-tanda penderitaan dikalangan orang pribumi Jawa dan Sunda mulai tampak. Khususnya didaerah penanaman tebu. Pabrik-pabrik gula bersaing dengan pertanian padi untuk jatah air. Tibul paceklik dan harga beras menjadi sangat mahal.

Tahun 1841-1860 (Perang Bali, Max Havelaar)

Tahun 1.841 M

Raja-raja Badung, Klungkung, Karangasem dan Buleleng di Bali menandatangani perjanjian yang mengakui kekuasaan Belanda; para raja itu diberikan hak untuk tetap berkuasa ke dalam.
James Brooke mulai membangun sebuah kerajaan pribadi untuk dirinya sendiri di Sarawak.

Tahun 1.842 M

Belanda menarik diri dari pantai timur Sumatra di sebelah utara Palembang karena kekuatiran Britania.
Bangsawan di Surakarta ditangkap karena dicurigai menghasut pemberontakan.

Tahun 1.843 M
Raja Lombok menerima kekuasaan Belanda.
Kelaparan di Cirebon.

Tahun1.844 M

Raja-raja Buleleng dan Karangasem tidak puas dengan Belanda, dan menolak untuk mengesahkan perjanjian.

Tahun 1.845 M

Industri vanila dimulai di Jawa.

Tahun 1.846 M

Pada bulan Juni, pasukan-pasukan Hindia Belanda menyerang Buleleng; raja-raja lain diam-diam mendukung kekuatan-kekuatan anti-Belanda. Istana di Singaraja dihancurkan. Raja Buleleng menandatangani perjanjian penyerahan. Hindia Belanda menempatkan sebuah pos pasukan di Singaraja.
Ekspedisi Hindia Belanda melawan Flores.
Wabah tipus merebak di Jawa.
Hindia Belanda menguasai Samarinda.
Tambang batu bara komersial pertama dibuka di Martapura, Kalimantan Selatan.
Pemberontakan di Banten.

Tahun1.847 M

Ekspedisi militer Belanda ke Nias.

Tahun 1.848 M

        Juni, Hindia Belanda mengirim pasukan militer ke Bali untuk menghadapi konflik yang timbul karena pemaksaan perjanjian dengan raja-raja setempat. Pasukan ini dikalahkan oleh suatu pasukan Bali di bawah pimpinan Gusti Ketut Jilantik di Jagaraga, dan menarik diri dari pulau itu.
        Konstitusi baru di Belanda: Dewan Negara (parlemen) Belanda mempunyai kuasa atas urusan-urusan kolonial. Sebagian anggota parlemen menuntut diadakannya perubahan di tanah jajahan dan mendesak diadakannya pembaharuan liberal. Pengurangan peranan pemerintah dalam perekonomian kolonial, pembebasan terhadap pembatasan perusahaan swasta, dan diakhirinya tanam paksa.
        Undang-undang, sipil dan kriminal yang diperbarui untuk Hindia Belanda diperkenalkan, dan berlaku hanya untuk keturunan Eropa saja.
        Demonstrasi di Batavia, dipimpin oleh Baron van Hoevell (seorang pendeta Hervormd Belanda), memohon kepada Raja Belanda agar diberlakukan kebebasan pers, sekolah menengah untuk masyarakat, dan perwakilan untuk Hindia Belanda di Dewan Negara.
        Sekolah-sekolah karesidenan untuk pendidikan dan latihan anak-anak para pemerintah dan bangsawan setempat, mulai dibuka.

Tahun 1.849 M

Pada bulan April, Sebuah kekuatan militer Hindia Belanda dalam jumlah besar dikirim ke Bali. Gusti Ketut Jilantik gugur dalam pertempuran. Hindia Belanda menguasai Buleleng dan pantai utara Bali.
Pada bulan Mei Pasukan-pasukan Hindia Belanda memasuki Bali selatan untuk pertama kalinya, bergerak melalui Karangasem dan Klungkung untuk memadamkan perlawanan.
Raja Lombok menyerang dan merebut Karangasem.
Belanda menguasai penuh Palembang.

Tahun 1.850 M

Belanda memulai pekerjaan misi di kalangan suku Batak di Sumatra utara. Pemerintah Hindia Belanda melarang para misionaris Katolik memasuki daerah suku Batak di Sumatra atau Toraja di Sulawesi. Hanya para misionaris Protestan yang diizinkan masuk ke sana.
Bala kelaparan di Jawa Tengah.
Belanda membeli sisa-sisa benteng Portugis di Flores.

Tahun 1.851 M
Sekolah "Dokter-Jawa" didirikan di Gambir (Weltevreden), Batavia.
Billiton Maatschappij memulai pertambangan timah di Belitung. Banyak buruh Tionghoa yang didatangkan ke sana.

Tahun 1.852 M

Pohon kola diperkenalkan di Jawa.

Tahun 1.853 M

Belanda mulai mengatur administrasi Bali utara.
Mangkunegara IV mengambil gelarnya di Surakarta.

Tahun 1.854 M

Pemerintah Belanda mengeluarkan suatu pembaruan konstitusional untuk daerah Hindia Belanda ("Regeeringsreglement"). Para penguasa setempat di Hindia Belanda akan tetap memiliki kekuasaan tradisional atas warga mereka, dan berkuasa atas nama Belanda. Pemisahan yang ketat antara warga Eropa dan kaum Inlander diakui di dalam undang-undang.
Gubernur Jenderal Hindia Belanda memperoleh kuasa untuk mengasingkan siapapun juga; terhukum tidak memiliki hak untuk naik banding atau meninjau ulang keputusannya.
Tanaman cinchona (kina) diperkenalkan di Priangan, di Cibodas, Jawa Barat.

Tahun 1.855 M

Hamengkubuwono VI menjadi Sultan Yogyakarta.
Militer Belanda melakukan ekspedisi ke Nias.
Belanda memperluas kekuasaannya atas Kalimantan Barat.
Pangeran Diponegoro meninggal di Benteng Rotterdam, Makassar.

Tahun1.856 M

Aturan Penerbitan memberikan kekuasaan kepada Gubernur Jenderal untuk melakukan sensor pra-penerbitan terhadap pers tanpa kesempatan naik banding atau peninjauan kembali.
Pada bulan Maret, Eduard Douwes Dekker dipecat dari posisinya di pemerintahan di Jawa Barat setelah menuduh para bupati setempat melakukan korupsi. (Belakangan, dengan nama pena "Multatuli", ia menulis novel "Max Havelaar", yang mengungkapkan kondisi-kondisi dan penindasan di Jawa oleh pemerintah kolonial kepada para pembaca di Belanda.)
Ekspedisi militer Belanda ke Flores.

Tahun 1.857 M

Belanda ikut campur dalam suksesi Sultan Banjarmasin, dengan mendukung Tamjidillah daripada Hidayatullah yang lebih populer.
Kabel telegraf pertama diletakkan dari Batavia ke Buitenzorg (Bogor).

Tahun 1.858 M

Ekspedisi Belanda melawan Sulawesi selatan.
Ratu Taha Saifuddin dari Jambi menolak perjanjian dengan Belanda, melarikan diri ke hutan-hutan dengan membawa pusaka (lambang kekuasaan keluarganya), dan berjuang hingga 1904.
Belanda mengambil Siak di Sumatra utara melalui perjanjian dan memindahkan pasukan-pasukannya untuk mencegah para petualang Inggris mendapatkan tempat berpijak di sana. Perbatasan Siak ditetapkan hingga mencakup Langkat dan Deli, yang berbatasan dengan wilayah Aceh.
Pemerintahan Hindia Belanda mengalami defisit karena biaya-biaya militer.
Pakubuwono VIII menjadi Susuhunan Solo.

Tahun 1.859 M

Perang Banjarmasin dipimpin oleh Pangeran Antasari; Belanda menarik dukungannya terhadap Tamjidillah, mengirimnya ke Buitenzorg (kini Bogor).
Portugis menandantangani perjanjian dengan Belanda: Portugis melepaskan pos-posnya yang jauh dan klaim-klaimnya atas Flores dan Solor kepada Belanda, dan mempertahankan haknya atas Timor Portugis. Pembagian antara Timor Barat dan Timur diputuskan.
Pemerintah Belanda melarang perbudakan di Hindia Belanda.
Ekspedisi militer Belanda ke Bone untuk menggulingkan Ratu Basse Kajuara.
Kabel telegraf dipasang antara Batavia hingga Singapura.

Tahun 1.860 M

"Max Havelaar" diterbitkan.
Belanda membuka Pulau Sabu.
Belanda menghapuskan Kesultanan Banjarmasin, & memaksa pemerintahan kolonial langsung.
Belanda memperluas wilayah protektoratnya hingga mencakup Kesultanan Wajo di Sulawesi.

1861-1880 (Perang Aceh, Perang Batak, UU Agraria)

Tahun 1.861 M

Pakubuwono IX menjadi Susuhunan Solo.
Para misionaris Protestan Jerman mulai bekerja di sekitar Danau Toba di Sumatera Utara.

Tahun 1.862 M

Pangeran Hidayatullah menyerah di Banjarmasin, dan dibuang ke Jawa. Antasari meninggal karena cacar, perang gerilya berlanjut.
Wajib tanam lada dihentikan.

Tahun 1.863 M

Ekspedisi militer Belanda ke Nias.
Inggris mengirim kapal-kapal perang ke Langkat dan "pelabuhan-pelabuhan lada lainnya " di Sumatra.
Pada tanggal 1 Juli, Perbudakan secara resmi berakhir di Hindia Belanda.
Tanaman tembakau diperkenalkan di Sumatera Utara.
Fransen van de Putte, seorang bekas pemilik perkebunan di Jawa dan penentang sistem tanam paksa, menjadi Menteri Urusan Koloni Belanda.
Wajib tanam cengkeh dan pala diakhiri.

Tahun 1.864 M

Pada tanggal 1 April, Perangko Hindia Belanda pertama diterbitkan.
Belanda bereksperimen dengan tanaman karet di Jawa dan Sumatra.
Belanda mengklaim Kepulauan Mentawai.
Sultan Siak terakhir turun takhta.

Tahun 1.865 M

Tanam paksa teh, kayu manis dan nila diakhiri.
Belanda memperkenalkan tembakau di Deli dan Sumatera Utara.
Belanda melembagakan pemerintahan langsung di Kesultanan Asahan di Sumatera Utara dan menyingkirkan Sultan ke Riau.
Undang-undang dan peraturan kehutanan yang baru diperkenalkan.

Tahun 1.866 M

Wajib tanam tembakau diakhiri.
Hindia Belanda melembagakan pemerintahan langsung di Sumba.

Tahun 1.867 M

Gunung Merapi meletus dekat Yogyakarta; 1.000 orang meninggal.
"Undang-undang Pertanggungjawaban" mewajibkan keuangan Hindia Belanda dipisahkan dari keuangan Belanda.
Departemen Pendidikan Hindia Belanda dibentuk.

Tahun 1.868 M

Belanda memperketat kekuasaannya terhadap Bengkulu.

Tahun 1.869 M

Sepertiga penduduk Sabu meninggal karena cacar.
Aceh memohon perlindungan kepada Kerajaan Ottoman.
Deli Maatschappij didirikan oleh para investor swasta.

Tahun 1.870 M

Wilayah Minahasa ditempatkan di bawah pemerintah langsung Belanda.
Undang-undang Gula mulai suatu masa pembaruan agrikultur.
Penyakit melanda tanaman kopi di Jawa.
Pelayanan kapal uap yang rutin ke Belanda melalui Terusan Suez dibuka.

Tahun 1.871 M

Undang-undang Agraria, Agrarische Wet, menggalakkan privatisasi pertanian, dan mulai membatalkan berbagai praktik tanam paksa. UU ini dikeluarkan oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda sebagai tindak lanjut atas kemenangan partai Liberal di Belanda, sekaligus menggantikan politik Tanam Paksa (Cultuur Stelsel) dengan penanaman modal pengusaha Belanda. Pada pelaksanaannya Agrarische Wet mendukung berdirinya perkebunan-perkebunan besar Belanda di Hindia Belanda, sehingga dapat disebut sebagai upaya menarik modal swasta ke Hindia Belanda.
Wabah cacar membunuh 18.000 orang di Bali.
Kabel telegraf dipasang dari Banyuwangi, Jawa hingga ke Australia.
November, Traktat Sumatra antara Inggris dan Belanda: Belanda memberikan Pantai Emas kepada Inggris; Belanda dapat mengirimkan buruh-buruh kontrak dari India ke Guiana Belanda (kini: Suriname); Belanda bebas bertindak di Sumatra, Inggris dan Belanda mempunyai hak-hak perdagangan di Aceh. Akibat dari perjanjian ini: tidak ada lagi keberatan terhadap upaya Belanda menaklukkan Aceh.

Tahun 1.872 M

Perang Batak dimulai di Sumatra utara, berlangsung hingga 1895.

Peta peperangan Hindia Belanda

Tahun 1.873 M

Pada tanggal 25 Januari, Utusan dari Aceh mengadakan pembicaraan dengan konsul Amerika di Singapura, namun Washington menolak memberikan bantuan AS. Belanda menjawab dengan peperangan.
Pada tanggal 26 Maret, Perang Aceh meletus. Belanda mengebom Banda Aceh.
Pada tanggal 8 April, Belanda mendaratkan pasukan-pasukannya di Banda Aceh.
Sultan Kutai menandatangani perjanjian yang mengakui Belanda.
Tanaman teh Assam dari India diperkenalkan untuk menggantikan tanaman teh dari Tiongkok, yang hasilnya mengecewakan.
Jalur kereta api pertama dibangun di Jawa.

Tahun 1.874 M

Pada tanggal 24 Januari, Pejuang Aceh meninggalkan Banda Aceh dan mengundurkan diri ke daerah perbukitan. Belanda mengumumkan bahwa Kesultanan Aceh telah berakhir.
Sultan Mahmud Syah dari Aceh meninggal di hutan; Sultan Ibrahim Mansur Syah memimpin kesultanan di bukit-bukit hingga 1907. Teuku Umar, seorang bangsawan Aceh, memimpin pasukan-pasukan Aceh.
Ekspedisi Belanda ke Flores.
Belanda mengirim seorang utusan ke Kepulauan Aru.

Tahun1.875 M

Hindia Belanda, Australia, dan Jerman menetapkan perbatasan antara klaim-klaim mereka di New Guinea.

Tahun 1.876 M
Tanaman karet diperkenalkan di Jawa.
Baba Hassan memimpin pemberontakan di Halmahera.

Tahun 1.877 M
Berdirinya Kesultanan Langkat    Sumatra Utara

Tahun 1.899 M - 1.942
Kebangkitan Nasional

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Nusantara_%281800-1942%29 dan berbagai Sumber

Perang Padri - 1.803 s 1.838 M

Perang Padri adalah peperangan yang berlangsung di Sumatera Barat dan sekitarnya terutama di kawasan Kerajaan Pagaruyung dari tahun 1803 hingga 1838. Perang ini merupakan peperangan yang pada awalnya akibat pertentangan dalam masalah agama sebelum berubah menjadi peperangan melawan penjajahan.

Perang Diponegoro - 1.825 s 1.830 M

Perang Diponegoro (Inggris:The Java War, Belanda: De Java Oorlog), adalah perang besar dan menyeluruh berlangsung selama lima tahun (1825-1830) yang terjadi di Jawa, Hindia Belanda (sekarang Indonesia), antara pasukan penjajah Belanda di bawah pimpinan Jendral De Kock melawan penduduk pribumi yang dipimpin seorang pangeran Yogyakarta bernama Pangeran Diponegoro. Dalam perang ini telah berjatuhan korban yang tidak sedikit. Baik korban harta maupun jiwa. Dokumen-dokumen Belanda yang dikutip para ahli sejarah, disebutkan bahwa sekitar 200.000 jiwa rakyat yang terenggut. Sementara itu di pihak serdadu Belanda, korban tewas berjumlah 8.000.

Manusia Jawa - 5 Juta Tahun Silam

Manusia Jawa (Homo erectus paleojavanicus) adalah jenis Homo erectus yang pertama kali ditemukan. Pada awal penemuan, makhluk mirip manusia ini diberi nama ilmiah Pithecanthropus erectus oleh Eugène Dubois, pemimpin tim yang berhasil menemukan fosil tengkoraknya di Trinil pada tahun 1891. Nama Pithecanthropus erectus sendiri berasal dari akar bahasa Yunani dan latin dan memiliki arti manusia-kera yang dapat berdiri.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Pithecanthropus_Erectus