Perpustakaan Tanah Impian

Sapto Satrio Mulyo : Kembali ke Kearifan Lokal
Salah satu esensi Kembali ke Kearifan Lokal adalah saat kita paham dengan Sejarah Bangsa Kita Sendiri.
 
Dengan kita paham dan mencintai Sejarah Bangsa Indonesia, maka kita akan mencintai, laluu menerapkan Budaya Bangsa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, selanjutnya barulah kita dapat disebut sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dan benar. Hal ini mengingat, banyak dari kita yang justru bangga dengan Budaya Asing.
 
Sebenarnya Jepang dan Korea sudah mencontohkan pada kita semua, betapa mereka memegang teguh Kearifan Lokalnya, tetapi pada kenyataannya, mereka pun tidak kalah dalam modernisasi teknologi. Hormat kepada orang yang lebih tua, adalah bentuk Kearifan Lokal yang universal, bahkan disini sudah hampir ditinggalkan.
www.saptosatriomulyo.web.id (Pencetus Perpustakaan Tanah Impian)
 
 

300 M

Tahun 300 M dan Seterusnya

Tahun 300 M
Prasasti Pinawetengan
Tulisan kuno Minahasa disebut Aksara Malesung. Batu Pinawetengan terletak di Kecamatan Tompaso Barat. Merupakan batu alam yang diatasnya ditulis dengan Huruf Hieroglif (tulisan dan abjad Mesir Kuno). Tuturan Sastra Maeres ini berisi Musyawarah Pembagian Wilayah, Deklarasi untuk tetap menjaga kesatuan.
Sumber : Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Minahasa

Tahun 301
Berdirinya Kerajaan Kutai Martadipura (Hindu)

Tahun 358 - 669
Kerajaan Tarumanagara

Foto : Istimewa

Kerajaan Indraprahasta (363 M - 723 M)

Diperkirakan berdiri pada kurun waktu 363 M – 723 M, dengan wilayah yang meliputi Cimandung (Desa Sarwadadi Kecamatan Sumber), Kerandon Cirebon Girang (Kecamatan Cirebon Selatan).

Urutan raja-raja yang pernah berkuasa, antara lain:
1.   Prabu Resi Santanu Indraswara Sakala Kreta Buwana. (363 M – 398 M)
2.   Prabu Resi Jayasatyanegara (398 M – 421 M)
3.   Prabu Resi Wiryabanyu, mertua dari Prabu Wisnuwarman (421 M – 444 M)
4.   Prabu Wama Dewaji (444 M – 471 M)
5.   Prabu Wama Hariwangsa (471 M – 507 M)
6.   Prabu Tirta Manggala Dhanna Giriswara (507 M – 526 M)
7.   Prabu Asta Dewa (526 M – 540 M)
8.   Prabu Senapati Jayanagranagara (540 M – 546 M)
9.   Prabu Resi Dharmayasa (546 M – 590 M)
10. Prabu Andabuwana (590 M – 636 M)
11. Prabu Wisnu Murti (636 M – 661 M)
12. Prabu Tunggul Nagara (661 M – 707 M)
13. Prabu Resi Padma Hari Wangsa (707 M – 719 M)
14. Prabu Wiratara (719 M – 723 M)
Kerajaan Indraprahasta berakhir pada saat pemerintahan Pabu Wiratara yang dikalahkan Raja Sanjaya Haris dharma dari Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah.

Sumber : Dari berbagai sumber