Jendela Nusantara

Sabdo Palon & Naya Genggong Nagih Janji

Tampilkan postingan dengan label 75.000 SM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 75.000 SM. Tampilkan semua postingan

Benua Lemuria/MU - 75.000 Tahun SM s/d 11.000 Tahun SM

Papua (PerpustakaanTanahImpian) - Lemuria/Mu adalah Peradaban Modern yang muncul terlebih dahulu, sebelum peradaban Modern Atlantis

Para Peneliti menempatkan Era Peradaban Lemuria pada periode 75.000 SM s/d 11.000 SM. Jika kita lihat dari periode ini maka Bangsa Lumeria berakhir pada 11.000 Tahun SM, sementara Bangsa Atlantis berawal pada 9.500 Tahun SM. jadi terpaut sekitar 2.500 Tahun.

Tanah Mu (“The Land of Mu”), untuk pertamakalinya diungkapkan oleh  Augustus Le Plongeon pada Tahun 1.825 M - 1.907 M (Seorang Penilti dan Penulis), setelah dia kembali dari perjalanannya meneliti sisa-sisa reruntuhan peradaban Maya di Yucatan, Mexico.

Informasi tsb diperolehnya, setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya.

Dari hasil terjemahan, diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil, bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis).


Dari berbagai Relief Bangunan, Artefak,  Simbol-simbol, serta Tulisan Hieroglpyhs yang ditemukan di sana, Le Ploengon menyimpulkan, bahwa Peradaban (Leluhur) Bangsa Maya lebih tua dari peradaban Mesir dan Yunani, bahkan lebih jauh lagi, yakni menginduk pada Peradaban Yang Sangat Kuno, yakni dari Satu Daratan Yang Tenggelam Karena Bencana. 

Salah satu Leluhur dari daratan tenggelam tersebut, adalah ‘Ratu Moo’ yang membangun peradaban di Mesir dan Yunani. 
Le Ploengon kemudian meyimpulkan, bahwa daratan yang dimaksud oleh bangsa Maya tersebut, adalah Tanah Atlantis yang ada dalam Timaeus dan Critias.

Sumber : dari berbagai sumber
Foto : Istimewa

Pendapat James Churchward Mengenai Lemuria

Papua (PerpustakaanTanahImpian). - James Churchward Tahun 1.851 M – 1.936 M turut mendorong populernya ide dari Augustus Le Plongeon, yang dituangkan dalam  sebuah seri buku-bukunya, antara lain: Lost Continent of Mu, the Motherland of Man Tahun 1.926 M, yang kemudian di-edit ualng menjadi, The Lost Continent Mu pada Tahun 1.931 M, yang kemudian ditulis dalam buku populer yang berjudul  The Children of Mu pada Tahun 1.931 M, dan The Sacred Symbols of Mu pada Tahun 1.933 M.

Churhward mengatakan bahwa uraian yang terdapat di dalam buku-bukunya tersebut, diambil dari transkrip huruf-huruf kuno, yang terdapat pada dua buah tablet tanah yang diperlihatkan oleh Pendeta Tinggi di India (ketika dia sedang berdinas sebagai militer di sana), dan juga dari 2500 tablet batu bertulis dari reruntuhan Maya di Meksiko yang dikumpulkan oleh William Niven. 
Dari 2500 tablet batu tersebut, Churchward menyimpulkan bahwa di Tanah Mu atau Le-MU-ria  ada peradaban tinggi Bangsa “Naacal” yang berkembang sejak 50.000 tahun s/d 12.000 Tahun lalu (48.000 Tahun SM s/d 10.000 Tahun SM), yang musnah karena bencana alam. 
Ketika terjadi bencana besar tersebut populasi bangsa  Mu sudah mencapai  64 juta penduduk, dan meninggalkan banyak kota-kota besar, dan koloni-nya diberbagai tempat di dunia. 
Salah satu ciri dari peninggalan bangsa Mu atau Naacal ini adalah, simbol (Dewa) Matahari dan Manusia Burung yang terukir diberbagai Artefak, sebagai peninggalan Megalitik di banyak tempat di dunia, termasuk patung-patung batu besar (Moai) di Pulau Easter, Polinesia.  

Berbeda dengan pendapat Augustus Le Plongeon, Churhward percaya bahwa daratan besar yang tenggelam dari leluhur bangsa Maya (dan juga bangsa-bangsa lainnya, termasuk Mesir dan Yunani) adalah di tengah-tengah Samudra Pasific, bukan di Samudra Atlantic.

Sumber : Dari berbagai sumber

Foto : Istimewa

Peristiwa Benua Lemuria - 75.000 Tahun SM - 11.000 Tahun SM

Papua (PerpustakaanTanahImpian) - Lemuria/Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum peradaban Atlantis. Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria disekitar periode 75.000 SM – 11.000 SM. Jika kita lihat dari periode itu,Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama ribuan tahun lamanya. Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis dan Mesir Kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya Augustus Le Plongeon (1826-1908), seorang peneliti dan penulis pada abad ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan Bangsa Maya di Yucatan.

Informasi tsb diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya. Dari hasil terjemahan,diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban nenek moyang mereka (Atlantis). Namun dikatakan juga, bahwa mereka pernah hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua peradaban maju masa silam tersebut.

Hingga saat ini, letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi sebuah kontroversi,namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori yang dikemukakan oleh para peneliti,kemungkinan besar peradaban tsb berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang).

Sumber: http://greenline21.blogspot.com/2012/09/benua-yang-mungkin-sebagian-teman-teman.html

Foto : Istimewa

Budaya Arab Ternyata Warisan dari Budaya Agama Kristen