Komunitas Sejarah Tanah Impian




Tahun 2.004 M Pemilu Presiden Secara Langsung Pertama di Indonesia

Pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden Indonesia 2004 secara langsung yang pertama kalinya diselenggarakan di Indonesia untuk memilih pasangan Presiden dan Wakil Presiden Indonesia periode 2004-2009.

Pemilu Presiden ini diselenggarakan dengan 2 putaran, yang akhirnya dimenangkan oleh pasangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Wakil Presiden Muhammad Jusuf Kalla.

Situs Buni - 500 Tahun SM

Kong Sakiyudin Kuncen Situs Buni
Bekasi (PerpustakaanTanahImpian) - Cikarang Selatan -  Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan mengimbau Bupati Bekasi untuk melindungi Situs Buni. Menurutnya, situs sejarah yang dimiliki tiap daerah wajib hukumnya untuk dilindungi Pemda. ’’Semua situs sejarah wajib hukumnya dilindungi apapun bentuknya,” paparnya kemarin, usai mengunjungi Pasar Serang.

Arkeolog Universitas Indonesia, Ali Akbar mengatakan, untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di Situs Buni, harus segera dilakukan riset penelitian secara metodologis bedasarkan  UU Cagar Budaya No 11 tahun 2010.

Kata Ali Akbar, Situs Buni memang memiliki nilai sejarah penting. Bahkan, Situs Buni merupakan era prasejarah akhir 500 SM yang manusianya sudah mengenal logam, kapak perunggu, bercocok tanam, melakukan pertukaran barang dan perhiasan emas. Namun belum mengenal tulisan. Sedangkan, masa Tarumanegara pada 700 M.

’’Jarak antara kebudayaan Buni dengan era Tarumanegara sekitar 1200 tahun. Masa prasejarah akhir, zaman neolitik manusianya berjenis homo erectus,” paparnya.

Dia sendiri mengaku pernah membuat buku berjudul Zaman Prasejarah di Jakarta dan Sekitarnya yang diterbitkan tahun 2007. Buku ini, hasil ekstavasi dan sejumlah riset yang dia lakukan.

’’Dalam buku yang saya tulis, di dalamnya juga ada tentang Situs Buni. Saya ekstavasi ternyata memang ada kesamaan dengan Candi Batujaya dilihat dari motif gerabah yang ditemukan,” pungkasnya. (sam)

Judul Asli ; "Gubernur : Bupati Wajib Lindungi Situs Buni" Sumber : http://www.radar-bekasi.com/?p=62076

Foto : Istimewa

Abad 5 M - Prasasti Yupa Tertua di Nusantara

Prasasti adalah piagam atau dokumen yang ditulis pada bahan yang keras dan tahan lama. Penemuan prasasti pada sejumlah situs arkeologi, menandai akhir dari zaman prasejarah, yakni babakan dalam sejarah kuno Indonesia yang masyarakatnya belum mengenal tulisan, menuju zaman sejarah, dimana masyarakatnya sudah mengenal tulisan. Ilmu yang mempelajai tentang prasasti disebut Epigrafi.

Di antara berbagai sumber sejarah kuno Indonesia, seperti naskah dan berita asing, prasasti dianggap sumber terpenting karena mampu memberikan kronologis suatu peristiwa. Ada banyak hal yang membuat suatu prasasti sangat menguntungkan dunia penelitian masa lampau. Selain mengandung unsur penanggalan, prasasti juga mengungkap sejumlah nama dan alasan mengapa prasasti tersebut dikeluarkan.

Dalam pengertian modern di Indonesia, prasasti sering dikaitkan dengan tulisan di batu nisan atau di gedung, terutama pada saat peletakan batu pertama atau peresmian suatu proyek pembangunan. Dalam berita-berita media massa, misalnya, kita sering mendengar presiden, wakil presiden, menteri, atau kepala daerah meresmikan gedung A, gedung B, dan seterusnya dengan pengguntingan pita dan penandatanganan prasasti. Dengan demikian istilah prasasti tetap lestari hingga sekarang.

Etimologi
Kata prasasti berasal dari bahasa Sanskerta, dengan arti sebenarnya adalah "pujian". Namun kemudian dianggap sebagai "piagam, maklumat, surat keputusan, undang-undang atau tulisan". Di kalangan arkeolog prasasti disebut inskripsi, sementara di kalangan orang awam disebut batu bertulis atau batu bersurat.

Meskipun berarti "pujian", tidak semua prasasti mengandung puji-pujian (kepada raja). Sebagian besar prasasti diketahui memuat keputusan mengenai penetapan sebuah desa atau daerah menjadi sima atau daerah perdikan. Sima adalah tanah yang diberikan oleh raja atau penguasa kepada masyarakat yang dianggap berjasa. Karena itu keberadaan tanah sima dilindungi oleh kerajaan.

Isi
Isi prasasti lainnya berupa keputusan pengadilan tentang perkara perdata (disebut prasasti jayapatra atau jayasong), sebagai tanda kemenangan (jayacikna), tentang utang-piutang (suddhapatra), dan tentang kutukan atau sumpah. Prasasti tentang kutukan atau sumpah hampir semuanya ditulis pada masa kerajaan Sriwijaya. Serta adapula prasasti yang berisi tentang genealogi raja atau asal usul suatu tokoh.

Sampai kini prasasti tertua di Indonesia teridentifikasi berasal dari abad ke-5 Masehi, yaitu prasasti Yupa dari kerajaan Kutai, Kalimantan Timur. Prasasti tersebut berisi mengenai hubungan genealogi pada masa pemerintahan raja Mulawarman. Prasasti Yupa merupakan prasasti batu yang ditulis dengan huruf Pallawa dan bahasa Sanskerta. Periode terbanyak pengeluaran prasasti terjadi pada abad ke-8 hingga ke-14. Pada saat itu aksara yang banyak digunakan adalah Pallawa, Prenagari, Sanskerta, Jawa Kuna, Melayu Kuna, Sunda Kuna, dan Bali Kuna. Bahasa yang digunakan juga bervariasi dan umumnya adalah bahasa Sanskerta, Jawa Kuna, Sunda Kuna, dan Bali Kuna.
Batu bertulis dari Sumatera Barat

Prasasti dapat ditemukan dalam bentuk angka tahun maupun tulisan singkat. Angka tahun dapat ditulis dengan angka maupun candrasengkala, baik kata-kata maupun tulisan. Tulisan singkat dapat ditemukan pada dinding candi, pada ambang pintu bagian atas dan pada batu-batu candi.

Pada zaman kerajaan Islam, prasasti menggunakan aksara dan bahasa Arab ataupun aksara Arab namun berbahasa Melayu aksara Pegon. Sebagian besar prasasti terdapat pada lempengan-lempengan tembaga bersurat, makam, masjid, hiasan dinding, baik di masjid maupun dirumah para bangsawan, pada cincin cap dan cap kerajaan, mata uang, meriam, dll. Pada masa yang lebih muda yaiyu masa kolonial, aksara Latin banyak digunakan, meliputi bahasa-bahasa Inggris, Portugis, dan Belanda. Prasasti Latin umumnya terdapat pada gereja-gereja, rumah dinas pejabat kolonial, benteng-benteng, tugu peringatan, meriam, mata uang, cap, dan makam. Prasasti beraksara dan berbahasa Cina juga dikenal di Indonesia yang tersebar antara masa Klasik sampai masa Islam. Prasasti tersebut terdapat pada mata uang, benda-benda porselin, gong perunggu dan batu-batu kubur yang biasanya terbuat dari batuan pualam.

Bahan yang digunakan untuk menuliskan prasasti biasanya berupa batu atau lempengan logam, daun, dan kertas. Selain andesit, batu yang digunakan adalah batu kapur, pualam, dan basalt. Dalam arkeologi, prasasti batu disebut upala prasasti. Prasasti logam yang umumnya terbuat dari tembaga dan perunggu, biasa disebut tamra prasasti. Hanya sedikit sekali prasasti yang berbahan lembaran perak dan emas. Adapula yang disebutripta prasasti, yakni prasasti yang ditulis di atas lontar atau daun tal. Beberapa prasasti terbuat tanah liat atau tablet yang diisi dengan mantra-mantra agama Buddha.

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Prasasti

Tahun 600 M dan Seterusnya

Tahun 610 M
Lahirnya Agama Islam, tepatnya tanggal 17 Ramadhan atau 6 Agustus 610 M, Muhammad mendapat wahyu yang pertama di Goa Hira.

Tahun 669 M - 1579 M
Berdirinya Kerajaan Sunda - Banten Jawa Barat

Tahun 671 M
Berdirinya Kerajaan Sriwijaya

Tahun 500 M dan Seterusnya

Tahun 500 M s/d 599 M
Berdirinya Kerajaan Kalingga (Hindu)
Kalingga telah ada pada abad ke-6 Masehi dan keberadaannya diketahui dari sumber-sumber Tiongkok. Kerajaan ini pernah diperintah oleh Ratu Shima, yang dikenal memiliki peraturan barang siapa yang mencuri, akan dipotong tangannyaSelengkapnya...


Berdirinya Kerajaan Kanjuruhan (Hindu)
Kanjuruhan adalah sebuah kerajaan bercorak Hindu di Jawa Timur, yang pusatnya berada di dekat Kota Malang sekarang. Kanjuruhan diduga telah berdiri pada abad ke-6 Masehi (masih sezaman dengan Kerajaan Taruma di sekitar Bekasi dan Bogor sekarang). Bukti tertulis mengenai kerajaan ini adalah Prasasti Dinoyo. Rajanya yang terkenal adalah Gajayana. Peninggalan lainnya adalah Candi Badut dan Candi Wurung. Selengkapnya...

Tahun 564 M
Sawerigading lahir sebagai Pemuka Agama Lokal "Tolottang" - Sulawesi Selatan
Orang Bugis di Sulawesi Selatan, menganut sebuah keyakinan terhadap Dewata Seuwae (Tuhan Yang Tunggal). Masyarakat yang mejunjung tinggi nilai-nilai sakral mengenai Tuhan Yang Esa ini, justru banyak pihak berkepentingan (yang didukung bangsa Asing yang terusik dengan keberadaannya) yang ingin memusnahkan masyarakat To Lotang di Amparita, Kabupaten Sidenreng Rappang ini.

Sebagaimana dalam keyakinan orang-orang Bugis, dikisahkan dalam I La Galigo terdapat dua dunia, di dunia atas (Boting Langiq), dan di dunia bawah (Buriq Liu).
Sampai saat ini, naskah I La Galigo ditempatkan oleh masyarakat Bugis sebagai “Kitab Sakral”, sehingga tidak boleh dibaca seperti layaknya membaca buku pelajaran, atau Koran, tetapi harus dengan kebersihan diri dan hati.

Untuk itu, seyogyanya GenerasiMuda pada umumnya, dan Generasi Muda Bugis pada khususnya, selayaknya turut melestarikan dan menghayatinya sebagai sebuah “Kitab” yang mengajarkan nilai-nilai yang Luhur. Yang tentunya dapat dibaca sebagai petunjuk atas nilai-nilaih Luhur, dari Leluhur Nusantara. Selengkapnya...

Tahun 571 M
Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabi'ul Awal tahun 571 Masehi (lebih dikenal sebagai Tahun Gajah)

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Muhammad

Patriot Band - Bekasi
{saudioplayer}SangSaka.mp3{/saudioplayer}
Lagu "Sang Saka" yang ditulis oleh Sapto Satrio Mulyo ini, mengingatkan kita semua, untuk bangkit berjuang membangun Bangsa dari segala aspek kehidupannya.
"SANG SAKA"
Jika kita merenung pasti sadarkan diri
Kalau kita sudah terpuruk lama sekali

Bangsa yang pernah besar di muka bumi ini
Mengapa sekarang sulit untuk jadi Mandiri

Berkibarlah Sang Saka mengarungi Dunia
Berkibarlah Sang Saka mewarnai Dunia

Mari kita bersatu membangun negeri ini
Jangan berpaling lagi dari Ibu Pertiwi

Raihlah mimpi-mimpi untuk jadi Mandiri
Karena kau berjalan pasti tidak sendiri

Berkibarlah Sang Saka mengarungi Dunia
Berkibarlah Sang Saka mewarnai Dunia

Bangsa yang pernah besar di muka bumi ini
Mengapa sekarang sulit untuk jadi Mandiri

Ekonomi Indonesia tahun 2.040 M

Jakarta (PerpustakaanTanahImpian) - Ramalan ini merupakan hal yang banyak diperdebatkan oleh para ahli. (Red)

1. Prediksi Ekonomi Global dan Ramalan Sejarah Indonesia www.willembuiter.com/resume.pdf
William H. Buiter*, Chief Economist Citigroup bersama 50 ekonom merilis prediksi ekonom global dengan judul “Global Growth Generators (3G): Moving beyond emerging markets”. Indonesia diprediksi masuk di dalam 10 besar Negara-negara pembangkit pertumbuhan global. GDP Indonesia akan naik dari posisi 18 (2011), ke posisi 7 (2030) dan posisi 4 (2040).

Global Economics View – 21 February 2011
Sumber: Citi Investment Research & Analysis; CitiReport.pdf page 43
Prediksi Ekonomi di atas ternyata sejalan dengan Ramalan Sejarah perjalanan bangsa Indonesia yang diucapkan oleh Prabu Jayabaya (Raja Kerajaan Kadiri, 1135-1159). Dalam ramalan tersebut tersirat rangkaian kata “NoTo_NoGoRo” yang mana dimaknai kemudian merupakan suku kata akhir nama-nama Kepala Negara RI yang menjabat lima tahun atau lebih, yaitu SoekarNo, SoeharTo, dan YudhoyoNo. Pada saatnya nanti, di era pemerintahan Kepala Negara RI dengan nama yang berakhiran suku kata “Go”, Indonesia akan sangat-sangat banyak melakukan perbaikan ke dalam; dan berikutnya pada era Kepala Negara “Ro”, Indonesia akan dipandang oleh Negara-negara di dunia, dan mencapai masa Adil Makmur dan Sejahtera “Gemah Ripah Loh Jinawi”.

2. Fakta: Sudah Sampai Dimanakah Indonesia Dewasa Ini?
Timbul suatu pertanyaan mendasar: Sudah sampai dimana dan siapkah perekonomian Indonesia saat ini untuk menggapai masa Gemah Ripah Loh Jinawi tersebut?

Fakta-1Indonesia sebagai Negara Bahari. Dengan garis pantai sepanjang 80’000km (2x keliling bumi), dipenuhi dengan melimpahnya kekayaan biota laut a.l. seperti: dari total 4’100 species ikan hias laut dunia, 1’650 terdapat di perairan laut Nusantara; dari 17 titik ikan/  fish spots (tempat berkumpulnya berjuta/ milyar ikan, biasanya di area palung laut)  yang ada di dunia, 9 berada ada di lokasi lautan Indonesia.
Namun, NELAYAN-NELAYAN KITA MISKIN, Indonesia IMPOR GARAM DAN IKAN!!

Fakta-2Indonesia sebagai Negara Agraris. Memasok 85% kebutuhan rotan dunia; luas perkebunan karet kita yang terbesar di dunia; perkebunan tebu, coklat, kopi, dll;
Namun, sebagian besar dari 55% penduduk Indonesia yang tinggal di desa sebagai PETANI BANYAK YANG MISKIN dan bahkan Indonesia IMPOR BERAS, DAN KEDELAI!!

Fakta-3Indonesia yang sumber energi alamnya melimpah ruah. Arun, Aceh menyimpan cadangan LNG terbesar di dunia; 45% supply energy panas bumi dunia ada di Indonesia; produksi 1.3 juta barrel minyak setiap hari; potensi tenaga Surya melimpah di mana 10% dari panjang garis Khatulistiwa terletak di Indonesia; dll.
Namun, harga BBM dan listrik membumbung naik, giliran listrik padam kerap terjadi, antrian panjang di pompa bensin, dan Indonesia IMPOR BAHAN BAKAR MINYAK!!

Fakta-4Indonesia yang kaya akan objek riset & penelitian, serta tidak sedikit orang Indonesia yang pandai. Biodiversitas fauna terlengkap no.2 dunia; Komodo makhluk purba terakhir yang masih hidup hanya ada di Indonesia; jumlah gunung berapi aktif terbanyak di dunia; 3 dari 10 letusan gunung berapi dan gempa bumi terbesar dunia terjadi di Indonesia; Setiap tahun putra putri Indonesia rutin menjuarai beberapa kategori kompetisi dalam olimpiade matematika dan fisika.

Namun, para peneliti kita LEBIH DIHARGAI DAN TAMPIL BERKARYA DI LUAR NEGERI!!
Fakta-5Indonesia yang kaya akan ragam budaya dan objek pariwisata. Terdapat 300 kelompok ethnic dan 742 ragam dialek dalam kawasan 17’508 pulau di bumi Nusantara.
Namun, hanya pulau Bali saja yang terkenal, melebihi nama Indonesia sendiri.

Fakta yang memprihatinkan ini merupakan urgensi perlu adanya perbaikan dan peningkatan kinerja bangsa secara lebih intensif dan tepat guna; Memacu kesadaran segenap anak bangsa akan besarnya potensi ekonomi Negara kita bila dikelola dengan mengemban jiwa amanah Hatinurani Rakyat & Bangsa. Jaman telah menunjukkan dimulainya era “Kebenaran” dengan munculannya tokoh-tokoh Pemimpin yang dicintai oleh rakyat a.l. seperti Mahfud MD, Jokowi, Ahok, dan beberapa tokoh lainnya.
Indonesia akan menjadi Negara besar, pertanyaan dan tantangan yang perlu dicermati lebih dalam adalah apakah Bangsa kita pada dekade-dekade ke depan tersebut akan menjadi pelaku dan bertindak sebagai tuan rumah di negeri sendiri atau hanya sebagai pelayan di negeri sendiri bagi para pendatang asing yang bertindak bak tuan rumah.

3. Fakta Sejarah
  • - Hasil riset Arkeologi dari Prof. Santos (Brazil) yang menyimpulkan bahwa:
“The Lost Continent of Atlantis finally found in Indonesia”.
Kontributor :  Nino-Kurnia Hakim Soeroyo

Budaya Arab Ternyata Warisan dari Budaya Agama Kristen