Komunitas Sejarah Tanah Impian




6 Negara Penjajah Indonesia

Ilustrasi Penjajah / Invaders
Jakarta (PerpustakaanTanahImpian) - Kebanyakan dari kita hanya mengetahui Jepang dan Belanda yang pernah menjajah kita. Pada kenyataannya ada 6 Negara yang pernah menjajah Indonesia
  1. 1509 - 1595 M:  Portugis hanya menjajah Maluku, dan berhasil diusir tahun 1595.
  2. 1521 - 1692 M: Spanyol hanya menjajah Sulawesi Utara, dan berhasil diusir tahun 1692.
  3. 1602 - 1942 M: Belanda menjajah seluruh Indonesia, dan berhasil diusir tahun 1942, tetapi datang kembali tahun 1945, setelah  Jepang pergi, dan baru tahun 1949 Belanda mengakui kedaulatan Indonesia.
  4. 1806 - 1811 M: Perancis secara tidak langsung menguasai Jawa, karena kerajaan Belanda takluk pada kekuatan Perancis. Berakhir pada tahun 1811, saat Inggris mengalahkan kekuatan Belanda-Perancis di Pulau Jawa. Diberlakukan Perjanjian Tutang.
  5. 1811 - 1816 M: Inggris, sejak ditandatanganinya Kapitulasi Tungtang yang salah satunya berisi penyerahan Pulau Jawa dari Belanda kepada Inggris. Lalu pada tahun 1816, pemerintah Inggris resmi berakhir menguasai Indonesia, karena konvensi London yang berisi berkuasanya kembali Belanda di wilayah Indonesia.
  6. 1942 - 1945 M: Jepang menjajah Indonesia 3,5 tahun, dan berakhir pada 1945, sejak kekalahan Jepang kepada sekutu.
Sumber : Dari Berbagai Sumber
Foto : Istimewa

Kerajaan Singapura Awal dari Kerajaan Cirebon

Jakarta (PerpustakaanTanahImpian) - Budayawan Cirebon, Nurdin M. Noer menjelaskan bahwa kerajaan Singapura, diperkirakan berdiri sekitar abad ke-12. Hal ini dapat dilihat dari sebagian artefak yang ditemukan di sekitar situs Lawang Gedhe Desa Mertasinga yang diperkirakan dibuat sekitar abad ke-12. Singapura merupakan salah satu kerajaan kecil yang wilayahnya berada di sekitar Kecamatan Gunungjati (saat ini), dan adalah kerajaan pada masa awal sebelum Kerajaan Cirebon berdiri.

Kerajaan Singapura mengalami puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Ki Jumajan Jati atau yang lebih dikenal dengan nama Ki Ageng Tapa pada tahun 1401. Dimana berdasarkan catatan sejarah yang ditulis oleh P. Arya Carbon Raja Giyanti (P. Roliya Martakusuma), saat itu pelabuhan Muara Jati mendapat kunjungan armada besar dari China yang dipimpin oleh Cheng Hwa. Hal ini menandakan bahwa pelabuhan ini merupakan belabuhan populer pada zamannya.

Dimana saat itu pelabuhan ini sudah memiliki menara (Mercusuar) di atas bukit amparan jati. Sehingga tidak mengherankan jika sepanjang hari banyak sekali kapal-kapal dagang yang membongkar muatan. Terlebih pelabuhan ini sudah memiliki fasilitas untuk transit, untuk mengisi air tawar, juga untuk memperbaiki kerusakan kapal di galangan kapal. Selain itu, Cirebon pada saat itu dikenal juga memiliki stok persediaan kayu jati yang cukup banyak.

Yang kini harus diteliti lebih lanjut, apa hubunganya dengan Negara Singapuradan Singhapura di Cirebon yang notabene mmiliki umur lebih tua dari Negara Singapura.

Wilayah Singapura dahulu bernama Temasek, menurut istilah bahasa Melayu artinya "Hutan Rawa", hal ini sebagai rujukan dari nama lama pulau Ujong/Pulau Singapura. Sebelum berganti nama menjadi Singapura pada abad ke-14, negara atau daerah tersebut dikenal dengan nama Temasek. Sedangkan kata Temasek sendiri diambil dari bahasa Jawa (Kuno) tumasik yang artinya "Menyerupai Laut".

Jadi tidak mengherankan kalau Encik Yusof bin Ishak - Presiden Singapura yang Pertama adalah orang Indonesia.

Sumber : Dari berbagai sumber
Foto : Istimewa

Garis Waktu Kerajaan Banten

Pandeglang (PerpustakaanTanahImpian) - Dulu orang menyangka bahwa Kerajaan Kutai adalah Kerajaan Tertua yang pernah ada di Nusantara, tapi ternyata dengan jalannya waktu dan semakin majunya teknologi informasi, maka sedikit demi sedikit terkuaklah Kerajaan-kerajaan Tua yang pernah ada di Nusantara.

Awal Abad 1 M Kerajaan Agrabinta, dengan pusat kerajaan di sekitar Mantiung - Banten

Tahun 130 M Berdiri Kerajaan Salakanagara (Negeri Perak) dengan Ibukota Rajatapura yang terletak di pesisir barat Pandeglang.

Raja pertama Dewawarman I (130 – 168 M) dengan gelar Aji Raksa Gapurasagara (Raja Penguasa Gerbang Lautan)

Daerah kekuasaannya meliputi :

• Kerajaan Agrabinta di Pulau Panaitan

• Kerajaan Agnynusa di Pulau Krakatau

• Dan daerah ujung selatan Sumatera



Abad 5 M Prasasti Munjul, terdapat di di Sungai Cidangiang, Lebak Munjul – Pandeglang.

Prasasti menggunakan huruf Palawa, dengan bahasa Sanksekerta menjelaskan bahwa Raja yang berkuasa di wilayah tersebut adalah Raja Purnawarman dari Kerajaan Tarumanegara. Dalam Batu Tulis tersebut tertulis bahwa negara pada saat itu berada dalam Kemakmuran dan Kejayaan.

Sumber : Dari Berbagai Sumber
Foto : Istimewa

Mataram Baru - (Mataram Islam)

* Ki Ageng Pamanahan, menerima tanah perdikan Mataram dari Jaka Tingkir
* Panembahan Senopati (Raden Sutawijaya) (1587 - 1601), menjadikan Mataram sebagai kerajaan merdeka.
* Panembahan Hanyakrawati (Raden Mas Jolang) (1601 - 1613)
* Adipati Martapura (1613 selama satu hari)
* Sultan Agung (Raden Mas Rangsang / Prabu Hanyakrakusuma) (1613 - 1645)
* Amangkurat I (Sinuhun Tegal Arum) (1645 - 1677)


Kasunanan Kartasura
* Amangkurat II (1680 – 1702), pendiri Kartasura.
* Amangkurat III (1702 – 1705), dibuang VOC ke Srilangka.
* Pakubuwana I (1705 – 1719), pernah memerangi dua raja sebelumya; juga dikenal dengan nama Pangeran Puger.
* Amangkurat IV (1719 – 1726), leluhur raja-raja Surakarta dan Yogyakarta.
* Pakubuwana II (1726 – 1742), menyingkir ke Ponorogo karena Kartasura diserbu pemberontakl; mendirikan Surakarta.


Kasunanan Surakarta
* Pakubuwana I/Pangeran Puger (1704 - 1719), memerintah Kasunanan Kartasura
* Pakubuwana II (1745 - 1749), pendiri kota Surakarta; memindahkan keraton Kartasura ke Surakarta pada tahun 1745
* Pakubuwana III (1749 - 1788), mengakui kedaulatan Hamengkubuwana I sebagai penguasa setengah wilayah kerajaannya.
* Pakubuwana IV (1788 - 1820)
* Pakubuwana V (1820 - 1823)
* Pakubuwana VI (1823 - 1830), diangkat sebagai pahlawan nasional Indonesia; juga dikenal dengan nama Pangeran Bangun Tapa.
* Pakubuwana VII (1830 - 1858)
* Pakubuwana VIII (1859 - 1861)
* Pakubuwana IX (1861 - 1893)
* Pakubuwana X (1893 - 1939)
* Pakubuwana XI (1939 - 1944)
* Pakubuwana XII (1944 - 2004)
* Dua orang Pakubuwana XIII (2004 - sekarang), terjadi perebutan takhta antara Pangeran Hangabehi dan Pangeran Tejowulan.


Kasultanan Yogyakarta
* Hamengkubuwana I (1755 - 1792)
* Hamengkubuwana II (1793 - 1828)
* Hamengkubuwana III (1810 - 1814)
* Hamengkubuwana IV (1814 - 1822)
* Hamengkubuwana V (1822 - 1855)
* Hamengkubuwana VI (1855 - 1877)
* Hamengkubuwana VII (1877 - 1921)
* Hamengkubuwana VIII (1921 - 1939)
* Hamengkubuwana IX (1939 - 1988)
* Hamengkubuwana X (1988 - sekarang) 

Garis Waktu 1.500 M - Sampai Sekarang

Demak, Pajang, banten, Cirebon, Sumedang Larang, Mataram Islam, Surakarta, Yogyakarta, Mangkunegara, Paku Alam

Garis Waktu 600 M - 1.500 M


Hindu-Budha
Mataram Hindu, Kahuripan, Jenggala, Kadiri, Singasari, Majapahit, Pajajaran, Blambangan 

Kerajaan Indraprahasta (363 M - 723 M)

Diperkirakan berdiri pada kurun waktu 363 M – 723 M, dengan wilayah yang meliputi Cimandung (Desa Sarwadadi Kecamatan Sumber), Kerandon Cirebon Girang (Kecamatan Cirebon Selatan).
Urutan raja-raja yang pernah berkuasa, antara lain:
1.   Prabu Resi Santanu Indraswara Sakala Kreta Buwana. (363 M – 398 M)
2.   Prabu Resi Jayasatyanegara (398 M – 421 M)
3.   Prabu Resi Wiryabanyu, mertua dari Prabu Wisnuwarman (421 M – 444 M)
4.   Prabu Wama Dewaji (444 M – 471 M)
5.   Prabu Wama Hariwangsa (471 M – 507 M)
6.   Prabu Tirta Manggala Dhanna Giriswara (507 M – 526 M)
7.   Prabu Asta Dewa (526 M – 540 M)
8.   Prabu Senapati Jayanagranagara (540 M – 546 M)
9.   Prabu Resi Dharmayasa (546 M – 590 M)
10. Prabu Andabuwana (590 M – 636 M)
11. Prabu Wisnu Murti (636 M – 661 M)
12. Prabu Tunggul Nagara (661 M – 707 M)
13. Prabu Resi Padma Hari Wangsa (707 M – 719 M)
14. Prabu Wiratara (719 M – 723 M)
Kerajaan Indraprahasta berakhir pada saat pemerintahan Pabu Wiratara yang dikalahkan Raja Sanjaya Haris dharma dari Kerajaan Mataram Kuno di Jawa Tengah.

Sumber : Dari berbagai sumber

Budaya Arab Ternyata Warisan dari Budaya Agama Kristen