Jendela Nusantara

Sabdo Palon & Naya Genggong Nagih Janji

Nabi Sulaiman - 975 SM s/d 935 SM

Jakarta (PerpustakaanTanahImpian) - Sulaiman (bahasa Arab:سليمان; bahasa Ibrani: שְׁלֹמֹה; bahasa Ibrani Standar: Šəlomo)

Dalam bahasa Ibrani Tiberia: Šəlōmōh, bermakna "damai", hidup sekitar tahun 975-935 SM, ia merupakan seorang raja Israel, dan anak Raja Daud. 

Namanya disebutkan sebanyak 27 kali di dalam Al-Quran. 

Sulaiman adalah salah satu dari empat raja yang berhasil menaklukkan sebagian besar bumi, diantaranya adalah Dzul Qarnain, Bukhtanasar dan Namrudz.

Raja Segala Makhluk
Tuhan Yang Maha Esa mengangkatnya sebagai nabi dan rasul. Setelah Sulaiman cukup umur dan ayahandanya wafat, Sulaiman diangkat menjadi raja di kerajaan Israil. 

Tuhan berfirman: “Dan sesungguhnya Kami telah memberikan ilmu kepada Daud dan Sulaiman dan keduanya mengucapkan; segala puji bagi Tuhan yang melebihkan kami dan banyak hambanya yang beriman. Dan Sulaiman telah mewarisi Daud dan dia berkata; Wahai manusia, kami telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya semua ini benar-benar satu anugerah yang nyata.”

Firman Tuhan bermaksud: “Dan Kami (tundukkan) angin bagi Sulaiman yang perjalanannya pada waktu petang, sama dengan perjalanan sebulan dan Kami alirkan cairan tembaga baginya. Dan sebahagian daripada jin ada yang bekerja di hadapannya (di bawah kekuasaannya) dengan izin Tuhannya. Dan siapa yang menyimpang antara mereka daripada perintah Kami, Kami rasakan kepadanya azab neraka yang apinya menyala-nyala.”

Ia berkuasa tak hanya atas manusia, namun juga atas binatang dan makhluk halus seperti jin dan lain-lain. Nabi Sulaijman dapat berbicara dengan semua mahluk hidup dan tumbuhan di bumi, sehingga tidak heran jika ia dapat memerintahkan semua mahluk hidup dan tumbuhan di bumi ini.

Selain itu, Ia pun dapat menundukkan jin dan angin, sehingga dapat disuruh melakukan apa saja, termasuk mendapatkan tembaga cair yang selalu keluar dari perut bumi untuk dijadikan perkakasan, bangunan istana, benteng, piring-piring besar dan tungku-tungku.

Istana Nabi Sulaiman yang begitu indah, dibangun dengan gotong royong antara manusia, binatang, dan jin. Dikisahkan, bahwa dindingnya terbuat dari batu pualam, tiang dan pintunya dari emas dan tembaga, atapnya dari perak, hiasan dan ukirannya dari mutiara dan intan, berlian, pasir di taman ditaburi mutiara, dan sebagainya, yang pada saat itu, benda-benda tersebut hanya ada di Nusantara.

Konon Nabi Sulaiman memakai cendana untuk membuat tiang-tiang dalam bait Sulaiman, dan untuk alat musik. Nabi Sulaiman mengimpor kayu ini dari tempat-tempat yang jauh yang kemungkinan cendana tersebut berasal dari Nusa Tenggara Timur.

Baca juga : Kepulauan Sunda Kecil (Bali, NTB dan NTT) - Kepulauan Wisata

Kebijakannya Tercermin Dalam Pengambilan Ketupusan
Meskipun saat itu dirinya masih muda, namun kebijaksanaan Sulaiman dapat dilihat melalui berbagai peristiwa yang dilaluinya. Salah satu contoh, ketika ia mencoba memberi saran kepada Ayahnya, Nabi Daud AS, dalam rangka menyelesaikan perselisihan antara pemilik kebun dan pemilik kambing.

Saat Nabi Daud ingin memutuskan, bahwa pemilik kambing agar menyerahkan kambing-kambingnya kepada pemilik kebun, sebagai ganti rugi yang disebabkan oleh kambing-kambingnya merusak kebun, dan memusnahkan tanamannya tersebut.

Sulaiman yang mendengar renvana keputusan ayahnya itu, menoba memberi saran. Menurutnya, alangkah baiknya jika kambing-kambing tersebut diserahkan kepada pemilik kebun, agar kambingnya dapat dipelihara, diambil hasilnya dan dimanfaatkan untuk memenuhi keperluannya, yang selama ini didapat dari hasil kebunnya.

Sementara kebun yang tanamannya sudah habis itu, diserahkan kepada pemilik kambing untuk dirawat, hingga kembali kepada keadaan semula.

Kemudian masing-masing mengembalikan milinya masing-masing kepada pemilik semula.

Dengan demikian, masing-masing pihak tidak ada yang diuntungkan dan dirugikan, lebih daripada sepatutnya.

Pada ahirnya pendapat Sulaiman disetujui kedua belah pihak, dan pada khalayak ramai yang menyaksikan perbicaraan tersbut, berdecak kagum dengan kepiawaian Sulaiman, untuk menyelesaikan perselisihan yang rumit pada saat itu.

Perjalanan Sulaiman Naik Tahta
Dengan jalannya waktu, Nabi Sulaiman semakin dikenal dengan keputusan-keputusannya, dan membangkitkan kewibawaan Sulaiman yang semakin tersebar, saat yang bersamaan munculah aura kenabian Sulaiman.

Melihat kecerdasan dan sungguh bijaksanannya Sulaiman maka Nabi Daud menaruh kepercayaan, sambil mempersiapkan Sulaiman sebagai pengganti dalam kerajaan Bani Israel kelak.

Seementara, kakak Sulaiman, Absyalum tidak rela jika Sulaiman yang dijadikan putra mahkota.

Lantas Absyalum mendakwa dirinyalah yang sepatutnya dilantik sebagai putera mahkota karena, menurutnya Sulaiman masih muda dan tidak berpengalaman. Lalu dengan gaya machevelian, ia mencoba mengambil hati rakyat, dengan menyelesaikan segala masalah mereka, yang ditanganinya sendiri dengan segera. Hal tersebut membuahkan hasil, terlihat dari pengaruh Absyalum yang semakin luas

Akhirnya Absyalum merasa yakin untuk mengusahakan dirinya sebagai raja, sekaligus merampas kekuasaan ayahnya sendiri. Peristiwa tersebut, mengakibatkan gonjang-ganjing dan huru-hara di kalangan Bani Israel.

Mengahadapi persoalan ini, Nabi Daud yang tidak mau ada pertumpahan darah, terpaksa keluar dari Baitul Maqdis, menyeberangi Sungai Jordan menuju ke Bukit Zaitun.

Saat kekosongan kekuasaan itulah, Absyalum memasuki istana ayahnya.

Di Bukit Zaitun, Nabi Daud bertapa untuk memohon petunjuk Tuhan, agaria dapat menyelamatkan kerajaan Bailtul Maqdis daripada dimusnahkan anaknya yang durhaka.

Tuhan YME memberi petunjuk kepada Nabi Daud, untuk memerangi Absyalum. Namun demikian, sebelum memulai peperangan, Nabi Daud memerintahkan tentaranya agar tidak membunuh anaknya, agar diusahkan untuk ditangkap hidup-hidup.

Tuhan berkehendak lain,  Absyalum ditakdirkan mati, karena ia memaksa untuk bertarung dengan tentara ayahnya..

Setelah peristiwa tersebut di atas, Nabi Daud kembali ke Baitul Maqdis, untuk memimpin kembali kerajaan selama 40 tahun, sebelum melepaskan takhta kepada Sulaiman. Meninggalnya Nabi Daud memberikan kuasa penuh kepada Nabi Sulaiman untuk memimpin Bani Israel secara bijak, seperti yang dianugerahi Tuhan Yang Maha Esa.

Sekilas Mengnai Wonosobo
Saat Nabi Sulaiman dalam sebuah perjalanan di tempat yang tandus, disuruhnya burung hud-hud mencari sumber air. Tetapi burung hud-hud tidak berkenan ketika dipanggil.

Hal tersebut menimbulkan kemarahan Sulaiman, namun bukan tanpa alasan,  burung hud-hud datang justru membawa berita penting kepada Nabi Sulaiman dan berkata: "Aku telah terbang untuk mengintip dan terjumpa sesuatu yang sangat penting untuk diketahui oleh tuan..."

Firman Tuhan, bermaksud: "Maka tidak lama kemudian datanglah hud-hud, lalu ia berkata; aku telah mengetahui sesuatu, yang kamu belum mengetahuinya dan aku bawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

"Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita yang memerintah di sana, dan dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar. Aku mendapati dia dan kaumnya menyembah Tuhan YME ke arah Matahari,"

Genealogi
Sulaiman bin Daud bin Aisya bin Awid dari keturunan Yahuza bin Ya'qub.

Sumber : Dari berbagai sumber
Foto : Istimewa

Agama Budha - 563 Tahun SM

563 Tahun SM

Jakarta (PerpustakaanTanahImpian) -  563 SM tercatat sebagai tanggal lahirnya Agama Buddha


Sang Buddha Siddharta Gautama mulai dari tahun 563 hingga tahun 483 SM. Buddha adalah salah satu agama tertua yang masih dianut di dunia sampai sekarang. Selama masa ini, agama ini sementara berkembang, unsur kebudayaan India, ditambah dengan unsur-unsur kebudayaan Helenistik (Yunani), Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Tenggara.

Dalam proses perkembangannya ini, agama ini praktis telah menyentuh hampir seluruh benua Asia. Sejarah agama Buddha juga ditandai dengan perkembangan banyak aliran dan mazhab, serta perpecahan-perpecahan. Yang utama di antaranya adalah aliran tradisi Theravada , Mahayana, dan Vajrayana (Bajrayana), yang sejarahnya ditandai dengan masa pasang dan surut.

Sumber :

http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_agama_Buddha, dan berbagai sumber

Foto : Istimewa

Masuknya Budha ke Indonesia

Jakarta (PerpustakaanTanahImpian) -  Sejarah agama Buddha mulai dari 563 SM – 483 SM sampai sekarang dari lahirnya sang Buddha Siddharta Gautama. Dengan ini, ini adalah salah satu agama tertua yang masih dianut di dunia.

Selama masa ini, agama ini sementara berkembang, unsur kebudayaan India, ditambah dengan unsur-unsur kebudayaan Helenistik (Yunani), Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Tenggara.

Dalam proses perkembangannya ini, agama ini praktis telah menyentuh hampir seluruh benua Asia. Sejarah agama Buddha juga ditandai dengan perkembangan banyak aliran dan mazhab, serta perpecahan-perpecahan. Yang utama di antaranya adalah aliran tradisi Theravada , Mahayana, dan Vajrayana (Bajrayana), yang sejarahnya ditandai dengan masa pasang dan surut.

Sumber : http://kejawenonline.blogspot.com/2007/06/budha-masuk-indonesia.html

Foto : Istimewa

Yesus / Nabi Isa dari Pandangan Kristen dan Islam

Jakarta (PerpustakaanTanahImpian) - Semoga mendapatkan pengertian yang utuh...

Dari Pandangan Kriten
Yesus (bahasa Yunani: Ἰησοῦς Iesous; kr. 4 SM sampai 30–33 M; Arab: يسوع; Ibrani: יֵשׁוּעַ), juga disebut sebagai Yesus dari Nazaret atau Yesus Kristus, adalah tokoh sentral Kekristenan. Menurut ajaran sebagian besar denominasi Kristen, Yesus dipandang sebagai Putra Allah (Anak Allah). Umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Mesias (atau Kristus, Yang Diurapi) yang dinantikan.

Hampir semua akademisi antikuitas modern setuju bahwa Yesus ada secara historis, dan para sejarawan menganggap bahwa Injil Sinoptik (Matius, Markus, dan Lukas) adalah sumber-sumber terbaik untuk meneliti historisitas Yesus.

 Kebanyakan akademisi sepakat bahwa Yesus adalah orang Galilea, rabi Yahudi yang mewartakan pesannya secara lisan, dibaptis oleh Yohanes Pembaptis, dan disalibkan sesuai perintah Prefek Romawi Pontius Pilatus.

Menurut pandangan aliran-aliran utama saat ini, Yesus adalah seorang pewarta apokaliptik dan pendiri suatu gerakan pembaruan di dalam Yudaisme, kendati beberapa akademisi terkemuka berpendapat bahwa Yesus bukanlah apokaliptik.

Setelah kematian Yesus, para pengikutnya percaya bahwa Yesus bangkit dari kematian, dan komunitas yang mereka bentuk kemudian menjadi Gereja Kristen.

Era kalender yang paling umum, disingkat "M" (Masehi) dalam bahasa Indonesia atau disingkat "AD" dari bahasa Latin "Anno Domini" ("dalam tahun Tuhan kita"), didasarkan pada kelahiran Yesus. Kelahiran Yesus dirayakan setiap tahun pada tanggal 25 Desember (atau beragam tanggal pada bulan Januari di dalam beberapa gereja timur) sebagai suatu hari raya yang dikenal sebagai Natal.

Umat Kristen percaya bahwa Yesus memiliki suatu "signifikansi yang unik" di dunia. Doktrin-doktrin Kristen mencakup keyakinan bahwa Yesus dikandung oleh Roh Kudus, dilahirkan dari seorang perawan bernama Maria, melakukan berbagai mukjizat, mendirikan Gereja, mati karena penyaliban sebagai kurban untuk penebusan, bangkit dari kematian dan naik ke Surga, serta akan datang kembali ke bumi.

Sebagian besar umat Kristen percaya bahwa Yesus memungkinkan manusia untuk didamaikan dengan Allah. Pengakuan Iman Nicea menegaskan bahwa Yesus akan menghakimi orang mati baik sebelum atau setelah kebangkitan tubuh mereka, suatu peristiwa yang juga dikaitkan dengan Kedatangan Kedua Yesus di dalam eskatologi Kristen; walaupun beberapa kalangan meyakini peranan Yesus sebagai juru selamat memiliki kepentingan yang lebih sosial atau eksistensial daripada akhirat, dan beberapa teolog terkenal telah mengemukakan bahwa Yesus akan membawa suatu rekonsiliasi universal.

Sebagian terbesar dari kalangan Kristen menyembah Yesus sebagai penjelmaan dari Allah Putra, pribadi kedua dalam satu Trinitas Ilahi. Beberapa kelompok Kristen menolak Trinitarianisme, baik sebagian ataupun seluruhnya, karena mereka menganggapnya tidak selaras dengan kitab suci.

Dalam Islam, Yesus (umumnya ditransliterasikan sebagai Isa) dipandang sebagai Al-Masih (Mesias) dan salah satu nabi Allah yang penting.

Menurut umat Muslim, Yesus merupakan seorang pembawa kitab suci dan dilahirkan dari seorang perawan, namun bukan Putra Allah. Bagi sebagian besar kalangan Muslim, Yesus tidak disalibkan tetapi secara jasmani diangkat ke Surga oleh Allah.

Yudaisme menolak keyakinan bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan, dengan alasan bahwa kematian Yesus di kayu salib menandakan bahwa ia ditolak oleh Allah dan kebangkitannya adalah suatu legenda Kristen.

Etimologi
Informasi lebih lanjut: Yesus (nama), Nama Yesus Yang Tersuci, Nama Allah dalam Kekristenan, Yesua (nama), Yasu dan Isa (nama)

Orang Yahudi biasa pada zaman Yesus hanya memiliki satu nama, terkadang dilengkapi dengan nama ayahnya atau kampung halamannya.

Dengan demikian, dalam Perjanjian Baru, Yesus umumnya disebut sebagai "Yesus dari Nazaret" (mis. Markus 1:9) atau "Yesus orang Nazaret" (mis. Markus 10:47). Para tetangga Yesus di Nazaret mengenalinya sebagai "tukang kayu, anak Maria, saudara Yakobus, Yoses, Yudas dan Simon" (Markus 6:3), "anak tukang kayu" (Matius 13:55), atau "anak Yusuf" (Lukas 4:22). Dalam Injil Yohanes, Filipus menyebut Yesus sebagai "Yesus anak Yusuf dari Nazaret" (Yohanes 1:45).

Nama "Yesus" berasal dari nama Latin Iesus, transliterasi dari nama Yunani Ἰησοῦς (Iesous). Bentuk Yunani tersebut merupakan terjemahan dari nama Ibrani ישוע (Yeshua; "Yesua" dalam bahasa Indonesia), suatu varian dari יהושע (Yehoshua; "Yosua" dalam bahasa Indonesia) yang adalah nama sebelumnya. Nama Yesua tampaknya telah digunakan di Yudea pada waktu kelahiran Yesus. Karya-karya abad pertama dari sejarawan Flavius Yosefus, yang menulis dalam bahasa Yunani Koine, yaitu bahasa yang sama seperti yang digunakan dalam Perjanjian Baru, menyebutkan setidaknya dua puluh orang berbeda dengan nama Yesus (yaitu Ἰησοῦς). Etimologi dari nama Yesus dalam konteks Perjanjian Baru pada umumnya disampaikan sebagai "Yahweh adalah keselamatan".

Sejak awal Kekristenan, umat Kristen telah lazim menyebut Yesus sebagai "Yesus Kristus".

Kata Kristus (Christ dalam bahasa Inggris) berasal dari kata Yunani Χριστός (Christos), yang adalah terjemahan dari kata Ibrani מָשִׁיחַ (Meshiakh), artinya yang "diurapi" dan biasanya ditransliterasi ke dalam bahasa Inggris sebagai "Messiah" ("Mesias" dalam bahasa Indonesia).

Umat Kristen menetapkan Yesus sebagai Kristus karena mereka percaya bahwa Yesus adalah Mesias yang dinantikan, dinubuatkan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama. Dalam penggunaan pasca penulisan Alkitab, Kristus menjadi dipandang sebagai sebuah nama—salah satu bagian dari "Yesus Kristus"—tetapi pada awalnya merupakan sebuah gelar.

Istilah "Kristen" atau "Kristiani" (artinya "orang yang terikat kesetiaan kepada pribadi Kristus" atau cukup "pengikut Kristus" saja) telah digunakan sejak abad pertama.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Yesus

Dari Pandangan Islam
Isa (bahasa Arab: عيسى, `Īsā; Essa; sekitar 1 - 32M) adalah nabi penting dalam agama Islam dan merupakan salah satu dari Ulul Azmi. Dalam Al-Qur'an, ia disebut Isa bin Maryam atau Isa al-Masih. 

Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 29 M dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina.

Namanya disebutkan sebanyak 25 kali di dalam Al-Quran. Cerita tentang Isa kemudian berlanjut dengan pengangkatannya sebagai utusan Allah, penolakan oleh Bani Israil dan berakhir dengan pengangkatan dirinya ke surga.

Etimologi
Kata Isa ini diperkirakan berasal dari kata Eesho atau Eesaa yang tidak di ketahui asal kata ini, karena identifikasi kebenaran sejarah atas penamaan Yesus Kristus yang umum digunakan umat Kristen ber- bahasa Aram untuk menyebutnya adalah nama Yeshua Hamasiakh, dan sedangkan orang Kristen Arab menyebutnya dengan Yasu'a al-Masih (bahasa Arab: يسوع المسيح).

Dalam Islam, kemudian ia diyakini mendapatkan gelar dari Allah Swt dengan sebutan Ruhullah dan Kalimatullah. Karena Isa dicipta dengan kalimat Allah "Jadilah!", maka terciptalah Isa, sedangkan gelar ruhullah artinya ruh dari Allah karena Isa langsung diciptakan Allah dengan meniupkan ruh kedalam rahim Maryam binti Imran.

Genealogi
Narasi Qur'an tentang Isa dimulai dari kelahiran Maryam sebagai putri dari Imran, berlanjut dengan tumbuh kembangnya dalam asuhan Zakariya, serta kelahiran Yahya. Kemudian Al-Qur'an menceritakan keajaiban kelahiran Isa sebagai anak Maryam tanpa ayah.

“ (Ingatlah), ketika Malaikat berkata: "Hai Maryam, seungguhnya Allah menggembirakan kamu (dengan kelahiran seorang putera yang diciptakan) dengan kalimat (yang datang) daripada-Nya, namanya Al Masih Isa putera Maryam, seorang terkemuka di dunia dan di akhirat dan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah). (Ali 'Imran: 45) ”

Dikisahkan pula bahwa selama Isa berada didunia, ia tidak menikahi seorang wanita karena ia terlebih dahulu diangkat oleh Allah kelangit. Akan tetapi, ada riwayat yang mengatakan bahwa Isa akan menikah dengan salah satu umat Muhammad ketika ia turun dari langit, kejadian ini dikisahkan menjelang akhir zaman.Ini juga merujuk kepada hal yang hampir mirip dalam kitab Wahyu 19.

Wujud
Dalam buku dikatakan bawa wujud fisik Isa digambarkan oleh Muhammad yaitu, rambutnya terbelah dua, wajahnya tampan, kulitnya putih agak kemerah-merahan. Muhammad bertemu dengan Isa, ketika ia sedang dalam Isra Mi'raj ke Sidrat al-Muntahā, dilangit kedua yang disebut sebagai Al-Maa'uun.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Isa

Foto : Istimewa

Agama Kristen - Tahun 1 M

Yerusalem (PerpustakaanTanahImpian) - Agama Kristen adalah sebuah kepercayaan yang berdasar pada ajaran, hidup, sengsara, wafat dan kebangkitan Yesus Kristus. 

Agama ini meyakini Yesus Kristus adalah Tuhan dan Mesias, juru selamat bagi seluruh umat manusia, yang menebus manusia dari dosa. 

Mereka beribadah di gereja dan Kitab Suci mereka adalah Alkitab. Murid-murid Yesus Kristus pertama kali dipanggil Kristen di Antiokia (Kisah Para Rasul 11:26).

Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kekristenan

Foto : Istimewa

Budaya Arab Ternyata Warisan dari Budaya Agama Kristen